Polisi Dianiaya Senior

Beredar Potret Bripda Pirman Syok Tahu Bripda DP Tewas di RS, Aksi Senioritas Berujung Maut

Bripda Pirman sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tewasnya sang junior Bripda Dirja Pratama (DP) di asrama Polda Sulsel.

Editor: Moch Krisna
Tribun Timur
BRIPDA PIRMAN - Dari foto yang diterima Tribun-Timur.com, Bripda Pirman terlihat duduk jongkok bersandar menemani Bripda DP yang terbaring sedang dirawat. Raut wajahnya bak dipenuhi penyesalan. 

Ringkasan Berita:
  • Bripda Pirman ditetapkan tersangka atas penganiayaan yang menewaskan Bripda Dirja Pratama di asrama Polda Sulsel.
  • Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan luka pukulan di kepala dan tubuh korban sesuai dengan pengakuan Pirman.
  • Motif penganiayaan diduga karena masalah hirarki senior-junior, saat korban tidak menghadap ketika dipanggil.

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Bripda Pirman sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tewasnya sang junior Bripda Dirja Pratama (DP) di asrama Polda Sulsel.

Adpaun kini beredar foto yang menunjukkan momen dimana Bripda Pirman yang menemani korban masih dirawat di rumah sakit.

Mengutip Tribuntimur.com, Rabu (25/2/2026)  Bripda Pirman terlihat duduk jongkok bersandar menemani Bripda DP yang terbaring di RS.

Tampak raut wajah Bripda Pirman dipenuhi penyesalan dan syok setelah mengetahui Bripda Dirja meninggal dunia.

Bripda Pirman sendiri sudah memberikan pengakuan terkait tindakan kekerasan yang telah dilakukannya.

"Keterangan saudara P dihubungkan dengan hasil pemeriksaan Biddokkes menunjukkan adanya persesuaian, baik dari luka pukulan di bagian kepala maupun bagian tubuh lainnya. Ini sudah sinkron," ujar Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.

Sementara enam polisi lainnya sedang diperiksa. Mereka terdiri dari tiga rekan seangkatan (letting) dan tiga senior korban.

Proses hukum masih berjalan untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini.

Sebelumnya Bripda Dirja Pratama, anggota Direktorat Samapta Polda Sulsel ditemukan tak sadarkan diri di asrama, Minggu (22/2/2026) pagi.

Korban dinyatakan meninggal saat dirawat di RSUD Daya Makassar.

Korban yang baru lulus Bintara Polri tahun 2025 itu diduga dianiaya seniornya di dalam Asrama Ditsamapta Polda Sulsel.

Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengaku mendapat kabar anaknya tak sadarkan diri di asrama kemudian dibawa ke RSUD Daya Makassar.

Sebagai anggota polisi yang sudah berdinas 20 tahun, Aipda Muhammad Jabir mengetahui tanda-tanda kekerasan pada jasad anaknya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved