Berita Nasional

Curhat Josepha Alexandra Usai Viral Protes Juri LCC, Sebut Dewan Juri Belum Minta Maaf Pribadi

Selain itu, Josepha juga mengatakan sampai sekarang belum ada permintaan maaf dari dewan juri atas kejadian ini.

Tayang:
Youtube/MPRGOID
BELUM MINTA MAAF - Josepha Alexandra alias Ocha disorot setelah insiden kompetisi Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat provinsi Kalimantan Barat viral. Selain itu, Josepha juga mengatakan sampai sekarang belum ada permintaan maaf dari dewan juri atas kejadian ini. 

Ringkasan Berita:
  • Josepha Alexandra, perwakilan SMAN 1 Pontianak dalam LCC Empat Pilar Kalbar, mengaku kaget dan kecewa karena jawabannya soal mekanisme pemilihan anggota BPK disalahkan juri.
  • Didampingi rekan setimnya Almira Khairunnisa, Josepha mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada permohonan maaf secara personal dari dewan juri terkait.
  • Meski menderita kerugian poin akibat alasan "artikulasi" yang diperdebatkan, Josepha menyampaikan terima kasih atas dukungan masif masyarakat Indonesia.

TRIBUNSUMSEL.COM - Kontroversi Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat masih menjadi sorotan publik.

Peserta dari SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra, akhirnya buka suara soal momen viral ketika dirinya memprotes keputusan dewan juri dalam sesi rebutan pertanyaan.

Josepha mengaku terkejut saat jawaban timnya dinyatakan salah dan mendapat pengurangan nilai, padahal menurutnya jawaban tersebut sama dengan jawaban peserta lain yang justru dinilai benar.

"Semoga hal ini dapat menjadi semangat dan motivasi bagi kami untuk terus melangkah dan berkembang nantinya," ungkapnya, Rabu (13/5/2026), dikutip dari YouTube Metro TV.

GURU PROTES DI LCC- (KIRI) Yenni, guru pendamping Josepha Alexandra (Ocha) (KANAN) dari SMAN 1 Pontianak sempat melayangkan protes keras di Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI langsung dipatahkan oleh salah satu dewan juri, Indri Wahyuni, dengan alasan regulasi perlombaan.
GURU PROTES DI LCC- (KIRI) Yenni, guru pendamping Josepha Alexandra (Ocha) (KANAN) dari SMAN 1 Pontianak sempat melayangkan protes keras di Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI langsung dipatahkan oleh salah satu dewan juri, Indri Wahyuni, dengan alasan regulasi perlombaan. (Youtube/MPRGOID)

Baca juga: Nasib Mujur Josepha Alexandra Usai LCC, Ditawari Beasiswa Kuliah ke Cina oleh Ketua Komisi II DPR

Josepha mengatakan, dirinya sudah berusaha fokus dan tenang di atas panggung agar bisa berpikir jernih ketika menjawab soal-soal yang diberikan.

Namun, saat menjawab pertanyaan soal BPK itu malah mendapatkan poin minus dari dewan juri, padahal jawabannya sudah sesuai dengan kunci jawaban yang sebelumnya telah dipelajari.

"Perasaan saya kaget sih, karena ternyata setelah saya selesai menjawab kan pertanyaan dilemparkan ke regu B , tetapi terdapat kesamaan substansi jawaban yang dijawab oleh peserta lain dan jawaban itu sama, tetapi dari regu kami malah diminus," ucap Josepha.

Selain itu, Josepha juga mengatakan sampai sekarang belum ada permintaan maaf dari dewan juri atas kejadian ini.

"Sampai sekarang belum ada sih (permintaan maaf dari dewan juri)," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh teman Josepha satu grup, yakni siswi bernama Almira Khairunnisa.

Almira mengatakan, untuk saat ini baru dari pihak MPR RI yang menyampaikan permohonan maaf.

"Dari MPR RI sendiri itu sudah memberikan konfirmasi dan klarifikasi secara tulis lewat Instagramnya sendiri. Jadi dari dewan juri yang terkait itu belum ada sampai hari ini," kata Almira.

Dalam Instagram resmi @mprgoid, MPR RI meminta maaf atas polemik yang terjadi dan memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian hingga sistem keberatan peserta. 

“MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel,” tulis MPR RI.

Selain itu, MPR RI juga menyampaikan bahwa dua juri dan MC yang bertugas juga sudah dinonaktifkan karena terdapat kelalaian dalam proses penilaian pada lomba tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved