Tribun Network dan FFI Jalin Kerjasama, Bakal Gelar TPAAF 2026 di 20 Kota

Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar menegaskan kalau penguatan sektor grassroots menjadi prasyarat utama dalam membangun prestasi futsal nasional.

Tayang:
Editor: Sri Hidayatun
Tribunnews.com
CEO Tribun Network, Dahlan Dahi bersama Commercial Director Hadrianus Tjiptyantoro menerima audiensi jajaran FFI yang dipimpin Ketua Umum Michael Victor Sianipar di Kantor Tribun Network, Palmerah, Jakarta, Selasa (24/2/2026).  

TRIBUNSUMSEL.COM - Tribun Network siap mendukung pembinaan futsal usia muda melalui kolaborasi strategis bersama Federasi Futsal Indonesia (FFI). 

Kompetisi antarpelajar bertajuk Tribun Putih Abu-Abu Futsal (TPAAF) 2026, yang direncanakan berlangsung di 20 kota dengan partisipasi lebih dari 700 tim pelajar dari berbagai daerah siap digelar.

CEO Tribun Network, Dahlan Dahi bersama Commercial Director Hadrianus Tjiptyantoro menerima audiensi jajaran FFI yang dipimpin Ketua Umum Michael Victor Sianipar di Kantor Tribun Network, Palmerah, Jakarta, Selasa (24/2/2026). 

Pertemuan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan kerja sama penyelenggaraan TPAAF sekaligus bentuk dukungan terhadap pembinaan dan kompetisi futsal kelompok umur.

Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar menegaskan kalau penguatan sektor grassroots menjadi prasyarat utama dalam membangun prestasi futsal nasional.

Menurutnya, sebelum berbicara tentang capaian di level elite, fondasi di level usia dini harus diperkuat secara sistematis.

“Futsal adalah olahraga yang sangat merakyat. Ke mana pun kami pergi di Indonesia, pasti ada yang bermain futsal,” ujar Michael dalam sesi podcast bersama Tribunnews. 
 
Ia menjelaskan, dari sisi aksesibilitas, futsal memiliki keunggulan signifikan. Ketersediaan lapangan yang lebih kecil dan mudah diakses membuat olahraga ini tumbuh pesat di lingkungan sekolah.

Baca juga: Karena Main Futsal Remaja di Palembang Jadi Korban Penganiayaan Dengan Pisau, Orang Tua Lapor Polisi

Hampir seluruh sekolah memiliki kegiatan futsal, sehingga kompetisi di level sekolah dan lokal berkembang masif.

“Semakin banyak kompetisi digelar, semakin besar talent pool yang bisa dibangun. Ini menjadi modal penting bagi federasi,” jelasnya.

Michael juga menyambut positif inisiatif Tribun Network yang menghadirkan kompetisi pelajar berskala nasional.

Menurutnya, dukungan sektor swasta sangat krusial untuk memperluas jangkauan pencarian bakat, khususnya di luar kota-kota besar dan Pulau Jawa.

“Dengan kompetisi di banyak daerah, jalur yang selama ini terputus bisa terbuka kembali. Ini sangat membantu federasi dalam melakukan talent scouting secara lebih merata,” katanya.

Meski demikian, ia menekankan kalau regulasi kompetisi pelajar perlu pendekatan yang adaptif. Tidak seluruh standar liga profesional dapat diterapkan secara identik di level sekolah, namun prinsip pembinaan tetap harus dijaga.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah format pertandingan.

FFI mendorong agar setiap tim memperoleh jumlah laga yang memadai, bukan sekadar sistem gugur yang membatasi proses evaluasi dan pengembangan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved