Diplomat Kemenlu Tewas di Menteng

Siap Tempuh Langkah Hukum Lain, Keluarga Arya Daru Tak Terima Penghentian Penyelidikan

Kuasa hukum keluarga menolak keputusan tersebut dan menilai masih banyak kejanggalan yang belum diusut, termasuk temuan baru terkait aktivitas korban

Tayang:
Instagram @indonesiainba
DIPLOMAT DITEMUKAN MENINGGAL - Seorang diplomat Kemenlu bernama Arya Daru Pangayunan ditemukan meninggal dunia di kamar kos mewah Guest House Gondia, Kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa (8/7/2025) pagi. 

Ringkasan Berita:
  • Menghentikan penyelidikan kematian diplomat muda Kemenlu Arya Daru Pangayunan karena dinilai tidak ditemukan unsur pidana, Polda Metro Jaya .
  • Menilai masih banyak kejanggalan yang belum diusut, termasuk temuan baru terkait aktivitas korban sebelum meninggal, kuasa hukum keluarga menolak keputusan tersebut.
  • Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan dapat dibuka kembali jika ditemukan bukti baru yang valid.

 

TRIBUNSUMSEL.COM Resmi menghentikan proses penyelidikan terkait kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan (ADP), Polda Metro Jaya.

Tertuang dalam Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP2 Lidik) bernomor B/63/I/Res.1.24/2026/Ditreskrimum Polda Metro Jaya tertanggal 6 Januari 2026, penghentian penyelidikan tersebut. 

Kuasa Hukum Keluarga Arya Daru, Nicholay Aprilindo menyatakan tidak menerima keputusan SP2 Lidik, menanggapi hal itu.

"Sikap kami ya kami tidak menerima arena itu kan dalam SP2 Lidik itu belum ditemukan adanya peristiwa pidana kalau belum berarti masih dalam penyelidikan belum tuntas kecuali alasannya tidak ditemukan, beda," tuturnya kepada wartawan, Sabtu (10/1/2026).

KEMATIAN DIPLOMAT ARYA DARU - Bukti Chat WhatsApp Istri Diplomat Arya Daru ke Penjaga Kos, Curigai Sandal di Depan Kamar Suami.
KEMATIAN DIPLOMAT ARYA DARU - Bukti Chat WhatsApp Istri Diplomat Arya Daru ke Penjaga Kos, Curigai Sandal di Depan Kamar Suami. (Facebook Arya Daru Pangayunan)

Nicholay mengatakan tengah menyiapkan langkah hukum sambil berdialog dengan pihak keluarga Arya Daru.

Namun langkah hukum apa yang akan ditempuh masih belum dibeberkan.

"Kami akan menempuh upaya hukum lain yang sedang dirumuskan dengan tim penasihat dan keluarga," urainya.

Menurutnya terdapat banyak kejanggalan yang belum diusut penyelidik termasuk soal check in hotel Arya Daru dengan rekan kerjanya Vara Dwikhandini.

Nicholay mempertanyakan alasan mengapa penyelidik tidak memperdalam temuan baru tersebut.

"Barang bukti sudah cukup lengkap, dengan beberapa kejanggalan khususnya check in itu masuk peristiwa ini, perdalam, kembangkan pemeriksaan ini dgn wanita yg bersama almarhum sebelum dia meninggal," tukasnya.

Dia menyinggung soal kasus kopi sianida yang dikembangkan oleh polisi hingga ke sosok orang terdekat korban.

Nicholay menyebut bahwa pada pertemuan pada 26 November 2025 saat audiensi sudah disepakati penyelidikan tetap dilanjutkan.

Akan tetapi mendadak muncul SP2 Lidik yang membuat pihak keluarga terkejut.

"Harusnya dikembangkan di situ jadi jangan pakai nalar logika sesaat, apa yang dilakukan ini pembangkangan, presiden sudah minta kasus ini diungkap sejelas jelasnya tapi tidak dilakukan ada siapa di balik ini semua? Orang kuat siapa sehingga polisi ketakutan dan berusaha untuk menutupi?" tandas Nicholay.

Nihil Unsur Pidana

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved