Hari Buku Nasional

Sejarah dan Tema Peringatan Hari Buku Nasional Tanggal 17 Mei 2026, Bertepatan HUT ke-46 Perpusnas

Hari Buku Nasional 2026 menjadi momentum untuk kembali mengingatkan bahwa buku adalah jendela dunia dan literasi adalah fondasi pembangunan bangsa

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
LISMA/GRAFIS/CANVA
sejarah hari buku nasional 

TRIBUNSUMSEL.COM - Setiap tanggal 17 Mei, Indonesia memperingati Hari Buku Nasional. Tahun 2026 ini, peringatan Hari Buku Nasional menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan HUT ke-46 Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas)

Tema hari buku nasional 2026 dan hari Perpustakaan Nasional 2026 adalah "46 Tahun Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa". 

Sejarah Hari Buku Nasional 17 Mei

Sejatinya Hari Buku Nasional dan Hari Perpustakaan Nasional tidak dapat terpisahkan atau saling berkaitan. Hal ini karena penetapan tanggal 17 Mei sebagai hari buku nasional, dalam sejarahnya adalah diambil dari berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 17 Mei 1980. 

Hari Buku Nasional pertama kali ditetapkan pada tahun 2002 oleh Menteri Pendidikan Nasional saat itu, Abdul Malik Fadjar. 

Penetapan Hari Buku Nasional dilatarbelakangi oleh rendahnya angka melek huruf dan minat baca masyarakat Indonesia, serta perlu dorongan untuk mengembangkan budaya literasi yang lebih kuat.

Tahun ini, Perpustakaan Nasional mengusung tema "46 Tahun Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa" yang menegaskan tentang pengelolaan pengetahuan yang berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. 

Dikutip dari laman siaran pers Tema dan Logo Perpusnas, di laman perpusnas.go.id,  Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menjelaskan bahwa tema ini menekankan dua hal penting yaitu:  Merawat khazanah intelektual bangsa dan Menjadikan literasi sebagai pendorong peningkatan kualitas SDM.

"Logo yang diluncurkan merepresentasikan transformasi, adaptasi, dan kolaborasi menghadapi tantangan ke depan," ujarnya dalam siaran pers peluncuran tema dan logo pada 13 April 2026. 

Logo HUT ke-46 Perpusnas yang dirancang oleh Pustakawan Perpusnas Prakas Agrestian ini menggambarkan harmoni pengetahuan dengan angka 46 yang melambangkan konsistensi Perpusnas dalam membangun budaya baca. 

Bentuk buku terbuka menjadi simbol akses pengetahuan yang inklusif, dengan warna biru dan hijau yang mencerminkan kepercayaan, pertumbuhan, dan keberlanjutan. 

Tujuan Peringatan Hari Buku Nasional

Peringatan Hari Buku Nasional memiliki beberapa tujuan utama:
Meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia
Mendorong perkembangan industri perbukuan nasional
Memperkuat budaya literasi di semua lapisan masyarakat
Meningkatkan kesadaran akan pentingnya buku dan perpustakaan
Mendorong akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan bermutu 

Rangkaian Kegiatan Hari Buku Nasional 2026
Perpustakaan Nasional menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional 2026 dan HUT ke-46 Perpusnas:

1. Pameran Buku dan Virtual Exhibition
Masyarakat dapat menyaksikan perjalanan dan capaian strategis Perpusnas melalui pameran konvensional maupun virtual yang berlangsung 4-29 Mei 2026. 


2. Seminar dan Diskusi Nasional
Perpusnas menggelar seminar nasional dengan tema "Merawat Pustaka dan Martabat Bangsa" serta diskusi-diskusi intelektual yang membahas berbagai aspek literasi dan pengembangan perpustakaan. 

3. Layanan Profesional Perpustakaan
Perpusnas memberikan layanan langsung terkait:
Akreditasi perpustakaan
Sertifikasi pustakawan
Pengolahan RDA (Resource Description and Access)
Layanan ISBN (International Standard Book Number)
Layanan ISSN (International Standard Standard Number) 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved