ERA BARU: dari Kesadaran dan Kegelisahan Menuju Gerakan Perubahan, Semangat Peduli Lingkungan

Mengusung tagline Arus Perubahan Iklim -The Current of Climate Change, ERA BARU berdiri di persimpangan antara ilmu, media, dan gerakan sosial.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Lisma Noviani
LISMA/GRAFIS/CANVA
Era Baru --Arus Perubahan Iklim 

TRIBUNSUMSEL.COM --  Di suatu pagi yang terasa lebih panas dari biasanya, kita mungkin masih menganggapnya sebagai cuaca biasa.

Di sore hari ketika hujan datang tanpa pola, kita menyebutnya sekadar musim yang bergeser. Dan ketika banjir atau kekeringan datang silih berganti, kita menyebutnya takdir.

Padahal, bisa jadi itu adalah cara bumi berbicara.

Perubahan iklim tidak lagi berdiri sebagai konsep ilmiah yang jauh dari kehidupan. Ia telah masuk ke ruang-ruang paling dekat dengan kita—di udara yang kita hirup, di tanah yang kita pijak, dan di air yang kita minum. Namun, di tengah semua itu, ada satu hal yang sering tertinggal: kesadaran kolektif.

Kita tahu, tetapi belum sepenuhnya merasa.

Kita mengerti, tetapi belum sepenuhnya bergerak.

Dari kegelisahan itulah, ERA BARU lahir.  "Sebuah gerakan yang tidak ingin sekadar menjadi organisasi, tetapi ingin menjadi arus —arus perubahan yang pelan tapi pasti, yang mengalir melalui pikiran, tulisan, dan tindakan," kata Ketua Umum Era Baru, H Bangun Lubis, kepada tribunsumsel.com.

Mengusung tagline “Arus Perubahan Iklim — The Current of Climate Change”, ERA BARU berdiri di persimpangan penting antara ilmu, media, dan gerakan sosial.

"Di dalamnya berhimpun mereka yang terbiasa berpikir, menulis, dan bergerak: dosen, wartawan, dan aktivis sosial," jelas mantan wartawan media nasional Suara Pembaharuan ini.

Zaman dengan Kesadaran Spiritual

Sebuah kombinasi yang jarang disatukan, tetapi justru di situlah letak kekuatannya.

Sebab perubahan tidak hanya membutuhkan aksi, tetapi juga narasi.

Dan narasi yang kuat lahir dari pengetahuan yang jernih.

Dalam dunia yang dipenuhi informasi, tulisan sering kali dianggap sekadar pelengkap. Padahal, sejarah membuktikan sebaliknya. Perubahan besar dalam peradaban hampir selalu diawali oleh gagasan—dan gagasan itu hidup melalui tulisan.

Di sinilah ERA BARU mengambil posisi: menjadikan tulisan sebagai gerakan. Tulisan yang tidak hanya dibaca, tetapi menggugah. Tulisan yang tidak hanya menginformasikan, tetapi menggerakkan.

Tulisan yang perlahan membentuk kesadaran baru di tengah masyarakat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved