ERA BARU: dari Kesadaran dan Kegelisahan Menuju Gerakan Perubahan, Semangat Peduli Lingkungan
Mengusung tagline Arus Perubahan Iklim -The Current of Climate Change, ERA BARU berdiri di persimpangan antara ilmu, media, dan gerakan sosial.
TRIBUNSUMSEL.COM -- Di suatu pagi yang terasa lebih panas dari biasanya, kita mungkin masih menganggapnya sebagai cuaca biasa.
Di sore hari ketika hujan datang tanpa pola, kita menyebutnya sekadar musim yang bergeser. Dan ketika banjir atau kekeringan datang silih berganti, kita menyebutnya takdir.
Padahal, bisa jadi itu adalah cara bumi berbicara.
Perubahan iklim tidak lagi berdiri sebagai konsep ilmiah yang jauh dari kehidupan. Ia telah masuk ke ruang-ruang paling dekat dengan kita—di udara yang kita hirup, di tanah yang kita pijak, dan di air yang kita minum. Namun, di tengah semua itu, ada satu hal yang sering tertinggal: kesadaran kolektif.
Kita tahu, tetapi belum sepenuhnya merasa.
Kita mengerti, tetapi belum sepenuhnya bergerak.
Dari kegelisahan itulah, ERA BARU lahir. "Sebuah gerakan yang tidak ingin sekadar menjadi organisasi, tetapi ingin menjadi arus —arus perubahan yang pelan tapi pasti, yang mengalir melalui pikiran, tulisan, dan tindakan," kata Ketua Umum Era Baru, H Bangun Lubis, kepada tribunsumsel.com.
Mengusung tagline “Arus Perubahan Iklim — The Current of Climate Change”, ERA BARU berdiri di persimpangan penting antara ilmu, media, dan gerakan sosial.
"Di dalamnya berhimpun mereka yang terbiasa berpikir, menulis, dan bergerak: dosen, wartawan, dan aktivis sosial," jelas mantan wartawan media nasional Suara Pembaharuan ini.
Zaman dengan Kesadaran Spiritual
Sebuah kombinasi yang jarang disatukan, tetapi justru di situlah letak kekuatannya.
Sebab perubahan tidak hanya membutuhkan aksi, tetapi juga narasi.
Dan narasi yang kuat lahir dari pengetahuan yang jernih.
Dalam dunia yang dipenuhi informasi, tulisan sering kali dianggap sekadar pelengkap. Padahal, sejarah membuktikan sebaliknya. Perubahan besar dalam peradaban hampir selalu diawali oleh gagasan—dan gagasan itu hidup melalui tulisan.
Di sinilah ERA BARU mengambil posisi: menjadikan tulisan sebagai gerakan. Tulisan yang tidak hanya dibaca, tetapi menggugah. Tulisan yang tidak hanya menginformasikan, tetapi menggerakkan.
Tulisan yang perlahan membentuk kesadaran baru di tengah masyarakat.
era baru
era baru komunitas lingkungan hidup
gerakan peduli lingkungan di indonesia
Tribunsumsel.com
Tribunnews.com
Perubahan Iklim di Indonesia
Perubahan Iklim
| 14 Mei Tanggal Merah Libur Kenaikan Yesus Kristus 2026, Sejarah dan Maknanya |
|
|---|
| Detik-detik Ayah Bunga Zainal Meninggal Dunia, Sempat 'Absen' Anak-anak Lewat Isyarat Tangan |
|
|---|
| Momen Pelantikan Trisha Eungelica Anak Ferdy Sambo jadi Dokter, Dapat Karangan Bunga dan Surat |
|
|---|
| Kunci Jawaban Sejarah Kelas 12 Halaman 34 Aktivitas, Pergolakan di Awal Revolusi Nasional |
|
|---|
| Balasan Maia Estianty Saat Dituding Ahmad Dhani, Puji Irwan Mussry: Suami Pembawa Rezeki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/era-baru-komunitas.jpg)