KESEHATAN

Mengapa Penyakit Lupus dan Autoimun Lainnya Lebih Banyak Menyerang Perempuan, Bisakah Sembuh Total?

Perempuan lebih berisiko terkena lupus, namun penyakit ini dapat dikendalikan sehingga penderitanya tetap bisa menjalani hidup secara produktif

Tayang:
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
LISMA/GRAFIS/CANVA
PENYAKIT LUPUS -- Dr Nova Kurniati, Sp.PD, K.A.I, FINASIM menjelaskan tentang Mengapa Penyakit Lupus dan Autoimun Lainnya Lebih Banyak Menyerang Perempuan dan apakah lupus bisa disembuhkan. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Mungkin di antara kita bertanya-tanya, mengapa penyakit autoimun dan lupus lebih banyak diderita atau menyerang kaum perempuan? Dan apakah penyakit ini bisa disembuhkan?

Tribunsumsel.com menanyakan hal ini kepada dr. Nova Kurniati, Sp.PD, K-A.I, FINASIM, Dokter Penyakit Dalam pada Departemen Alergi dan Imunologi RSMH Palembang.

Dr. Nova mengatakan penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Salah satu yang paling dikenal adalah Lupus Eritematosus Sistemik atau lupus.

Dokter Nova membenarkan bahwa sekitar 90 persen penderita lupus adalah perempuan, dengan rasio kira-kira 10:1 dibanding laki-laki. "Saya sendiri punya grup pasien aoutoimun, jumlahnya ada sekitar 400 orang, laki-lakinya mungkin hanya 20-an orang.

Mengapa hal ini bisa terjadi?  Mengapa Perempuan Lebih Rentan?
Lebih lanjut dr. Nova menjelaskan beberapa penyebab mengapa perempuan paling berisiko menderita autoimun dan lupus.

Penyebabnya dapat dirinci sebagai berikut:
1. Faktor Hormon (Estrogen)

Hormon estrogen yang lebih tinggi pada perempuan berperan besar dalam sistem imun. Estrogen dapat:  meningkatkan aktivitas sel imun dan memperkuat respons antibodi

Masalahnya, pada lupus dan penyakit autoimun lain, sistem imun menjadi terlalu aktif sehingga berisiko menyerang tubuh sendiri. Ini juga menjelaskan mengapa lupus sering muncul pada usia produktif (remaja hingga dewasa muda), saat hormon estrogen sedang tinggi. Sementara pada perempuan yang menopause lebih rendah risiko autoimun.

2. Faktor Genetik (Kromosom X)

Perempuan memiliki dua kromosom X, sedangkan laki-laki hanya satu. Kromosom X membawa banyak gen yang mengatur sistem imun.

Akibatnya: Perempuan punya “cadangan” gen imun lebih banyak, Tapi juga meningkatkan peluang kesalahan regulasi imun. Beberapa gen imun yang terlalu aktif bisa memicu autoimunitas.

3. Sistem Imun Perempuan Lebih Responsif

Secara alami, sistem imun perempuan lebih kuat dibanding laki-laki. Ini menguntungkan dalam melawan infeksi, tetapi: Lebih mudah terjadi “overreaction”  sehingga risiko penyakit autoimun meningkat


4. Faktor Lingkungan & Stres

Perempuan sering mengalami kombinasi faktor risiko seperti: stres kronis, kurang tidur, paparan sinar matahari berlebihan (pemicu lupus). Semua ini dapat memicu flare (kambuh) pada lupus.

Apakah Penyakit Lupus/Autoimun Bisa Sembuh Total?

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved