Seputar Islam
Lafal Doa dan Tata Cara Saat Berada di Multazam Bagi Jemaah Calon Haji dan Umroh
Multazam adalah salah satu dari beberapa tempat mulia dan mustajab di Masjdil Haram, Makkah Al Mukarramah.
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
Teks Arab:
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا الْمُثَنَّى بْنُ الصَّبَّاحِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: طُفْتُ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ فَلَمَّا جِئْنَا دُبُرَ الْكَعْبَةِ قُلْتُ: أَلَا تَتَعَوَّذُ؟ قَالَ: نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ، ثُمَّ مَضَى حَتَّى اسْتَلَمَ الْحَجَرَ وَأَقَامَ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْبَابِ، فَوَضَعَ صَدْرَهُ وَوَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ وَكَفَّيْهِ هَكَذَا وَبَسَطَهُمَا بَسْطًا، ثُمَّ قَالَ: هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُهُ
Artinya:
Musaddad telah bercerita kepadaku, Isa bin Yunus bercerita kepadaku, Mutsanna bin Sabbah bercerita kepadaku, dari Amr bin Syuaib, dari ayahnya, ia berkata: Aku sedang bertawaf bersama Abdullah (Abdullah bin Umar). Ketika kami berada di belakang Baitullah, aku bertanya: tidakkah kamu memohon perlindungan?! Abdullah bin Umar menjawab: Kami berlindung kepada Allah dari panasnya siksaan api neraka. Setelah selesai, Abdullah mengusap Hajar Aswad dan berdiri di antara rukun (Hajar Aswad) dan pintu Ka’bah, lalu merapatkan dada, muka, kedua siku, dan kedua telapak tangannya, kemudian Abdullah bin Umar berkata: seperti inilah aku melihat Rasulullah melakukannya, (Sunan Abu Daud dalam bab Multazam, juz 2/181)
Hadits di atas diriwayatkan dari Amr bin Syuaib dari ayahnya yang menyaksikan Umar bin Abdullah melakukan tata cara saat berdoa di depan Multazam.
Beberapa poin dari makna hadits di atas bila diurutkan adalah:
TATA CARA BERDOA DI MULTAZAM
1. Tawaf diselesaikan terlebih dahulu
2. Shalat sunnah setelah tawaf dilakukan di belakang Ka’bah (maqam Ibrahim)
3. Berdoa agar dilindungi dari siksa neraka
4. Mengusap rukun (Hajar Aswad)
5. Berdiri di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah
6. Merapatkan dada, kedua telapak tangan, bagian dari wajah seperti pipi di Multazam.
Dengan menempelkan tubuh di Multazam, maka seorang hamba berkesempatan untuk taqarrub atau menampakkan rasa cintanya kepada Baitullah dan Sang Pemilik Baitullah.
Selain itu, dengan menempelkan tubuh di Multazam, seorang hamba juga akan mendapat keberkahan sebab bersinggungan dengan Kabah serta berharap api neraka akan melindungi setiap anggota tubuhnya yang pernah bersentuhan dengan batu Kakbah atau hajar aswad.
Sunnah untuk menempelkan tubuh di Multazam juga membuat seorang hamba dapat memohon ampunan dan ketenangan kepada Allah SWT. Seolah-olah, seseorang yang berdoa di tempat ini seperti para pendosa yang bergantung pada baju seseorang yang ternodai hak-haknya.
Artinya, ketika berdoa di tempat ini seseorang akan merasa tidak memiliki tempat lain untuk kembali kecuali hanya kepada Allah dan tidak ada tempat lain untuk memohon pertolongan selain dengan kemurahan dari Allah.
Maka dari itu, seorang ulama Hasan Bashri, jika melihat Multazam dirinya lantas menempelkan tubuhnya dan berpesan kepada orang-orang yang menyertainya, "Kalian biarkan aku sehingga aku mengakui dosa-dosaku di hadapan Allah".
Demikian Lafal Doa dan Tata Cara Saat Berada di Multazam Bagi Jemaah Calon Haji dan Umroh. (lis/berbagai sumber)
Baca juga: 4 Amalan yang Pahalanya Setara Ibadah Haji, Jangan Bersedih Bagi Muslim yang Belum ke Tanah Suci
Baca juga: Arti Assalamualaika Ayyuhan Nabiyyu, Bacaan Sholawat dan Adab Berziarah di Kota Madinah
Baca juga: Ya Nabi Salam Alaika Ya Rasul Salam Alaika Lirik dan Arti, Sholawat Penghormatan kepada Rasulullah
Baca juga: Kumpulan Puisi Chairil Anwar, Bapak Sastra yang Selalu Dikenang pada Peringatan Hari Puisi Nasional
Baca juga: Tema Peringatan Hari K3 Sedunia Tanggal 28 April 2026, Cegahan Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja
hadits tentang multazam
doa di depan multazam
multazam kabah
doa mustajab di depan multazam
multazam adalah tempat
Multazam artinya
Tata Cara Saat Berada di Multazam
tata cara berdoa di multazam
| 4 Amalan yang Pahalanya Setara Ibadah Haji, Jangan Bersedih Bagi Muslim yang Belum ke Tanah Suci |
|
|---|
| Doa Mendengar Gemuruh Petir Berdasarkan Hadist, Lengkap Tulisan Latin dan Artinya |
|
|---|
| 3 Macam Tidur dalam Islam: Hailullah, Qailullah, Ailullah, Penjelasannya, Tidur Siang Paling Baik |
|
|---|
| Hadits Dzikir 33 Kali, Mengapa Berdzikir Harus 33 Kali, Filosofi, Keutamaan dan Penjelasan Ulama |
|
|---|
| Khutbah Jumat Bulan Dzulqadah Bahasa Jawa Edisi 24 April 2026, Khidmat dan Berkesan, Ada PDF Disini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Ilustrasi-multazam.jpg)