Seputar Islam

Lafal Doa dan Tata Cara Saat Berada di Multazam Bagi Jemaah Calon Haji dan Umroh

 Multazam adalah salah satu dari beberapa tempat mulia dan mustajab di Masjdil Haram, Makkah Al Mukarramah.

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/welly triyono
BERDOA DI MULTAZAM -- Ilustrasi multazam, berikut Lafal Doa dan Tata Cara Saat Berada di Multazam Bagi Jemaah Calon Haji dan Umroh. 

TRIBUNSUMSEL.COM  — Di dalam Kompleks Masjidil Haram terdapat tempat-tempat tertentu yang dinyatakan istimewa. Salah satunya adalah Multazam.

Multazam merupakan dinding Kabah yang terletak di antara Hajar Aswad dengan pintu Kabah dan berjarak sekitar kurang lebih 2 meter.

 Multazam adalah salah satu dari beberapa tempat mulia dan mustajab di Masjdil Haram, Makkah Al Mukarramah.

Artinya, ketika berada di tempat ini, doa yang dipanjatkan diyakini dengan izin Allah (insyaallah) akan terkabul.

Mengutip buku Tapak Sejarah Seputar Makkah dan Madinah karya H. Muslim Nasution, nama Multazam dapat dimaknai sebagai tempat memeluk sebab berasal dari kata 'iltazama fulanan' yang berarti 'memeluk di fulan'.

Pemaknaan ini diambil dari kisah Rasulullah SAW di tempat tersebut pernah memeluk Kabah. Berdasarkan riwayat, Rasulullah pernah meletakkan dada, pipi, dan kedua telapak tangannya di dinding Kakbah atau di Multazam bersama-sama dengan para sahabatnya.

Hal itulah yang menjadikan Multazam sebagai salah satu tempat berdoa yang makbul, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Nabi, Rasulullah SAW bersabda:

الْمُلْتَرَمُ مَوْضِعٌ يُسْتَجَابُ فِيْهِ الدُّعَاءُ مَا دَعَا اللَّهَفِيْهِ عَبْدٌ إِلا اسْتَجَابَهُ

Artinya:
"Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Apa yang diminta seseorang kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya."

Bacaan Doa di Multazam

Adapun doa yang dibaca ketika berada di Multazam menurut Imam Nawawi dalam kitab Adzkar 1/195 adalah:


اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَكَ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَكَ أَحْمَدُكَ بِجَمِيْعِ مَحَامِدِكَ مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَم أَعْلَمْ وَعَلَى جَمِيْعَ نِعَمِكَ مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ وَعَلَى كُلِّ حَالٍ اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ اللهم أَعِذْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ وَأَعِذْنِيْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ وَقَنِّعْنِيْ بِمَا رَزَقْتَنِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْهِ اللهم اجْعَلْنِيْ مِنْ أَكْرَمِ وَفْدِكَ عَلَيْكَ وَأَلْزِمْنِيْ سَبِيْلَ اْلإِسْتِقَامَةِ حَتَّى أَلْقَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ


Allâhumma lakal hamdu hamdan yuwâfî ni‘amaka wa yukâfi‘u mazîdaka. Ahmaduka bi jamî’i mahâmidika mâ ‘alimtu minhâ wa mâ lam a‘lam wa alâ jamî’i ni‘amika, mâ ‘alimtu minhâ wa mâ lam a’lam wa alâ kulli hâl. Allâhumma shalli ala Muhammadin wa ala âli Muhammadin. Allâhumma a‘idznâ minasy syaithânir rajîm wa a‘idzni min kulli sû` wa qanni‘ni bi mâ razaqtanî wa bârik lî fîhi. Allâhummaj ‘alnî min akrami wafdika ‘alaika wa alzimnî sabîlal istiqâmati hattâ alqâka yâ Rabbal âlamîn.


Artinya:

 Ya Allah, bagi-Mu pujian, (dengan) pujian yang meliputi seluruh anugerah-MU. Aku bersyukur pada-Mu atas segala macam pemberian-Mu, baik yang kuketahui ataupun yang tidak kuketahui, dan atas segala nikmat-Mu, baik yang kuketahui ataupun yang tidak kuketahui, dan atas segalanya. Ya Allah, shalawat dan salam semoga tercurahkan pada Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, lindungi aku dari setan yang terkutuk, lindungi pula aku dari segala kejelekan, cukupi aku dengan segala yang Engkau berikan kepadaku, dan berkahi aku dalam rezeki tersebut. Ya Allah, jadikan aku sebagai tebusan yang terbaik terhadap-Mu, dan tetapkan aku pada jalan yang istiqamah hingga aku kelak bertemu dengan-Mu, wahai Tuhan semesta alam.

Tata Cara Berdoa di Multazam

Lalu bagi jamaah yang sudah mengetahui lokasi Multazam dan memungkinkan untuk berdoa di sana (jangan terlalu memaksa bila tidak memungkinkan), maka tata caranya adalah mengikuti petunjuk sebagai berikut, dikutip dari laman daarttauhiid.sch.id.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved