Idul Fitri

Khutbah Idul Fitri 2026 Singat dan Padat Lengkap PDF-nya, Cocok Jadi Referensi

Naskah khutbah Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 yang dapat Anda gunakan sebagai referensi, lengkap dengan tautan unduh format PDF

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Abu Hurairah
Tribunsumsel.com
KHUTBAH IDUL FITRI - Grafis tema Hari Raya Idul Fitri (Arsip foto Tribunsumsel.com). Naskah khutbah Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026 yang bisa Anda gunakan sebagai referensi 

"وَعَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: (فَرَضَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ اَلْفِطْرِ؛ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اَللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ، فَمَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ اَلصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ اَلصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ اَلصَّدَقَاتِ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ، وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ))"

Artinya : dari Ibnu Abbas ia berkata : Rasulullah SAW.telah mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan bagi orang yang berpuasa dari pebuatan yang sia-sia dan perkataan yang kotor, dan untuk memberi makan fakir-miskin dan barang siapa melaksanakannya sebelum shalat Idul Fitri maka itulah zakat yang diterima, dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat Idul Fitri maka merupakan shaqah biasa.(HR.Abu Daud dan Ibnu Majah)  

ALLAHU AKBAR  3 X…. WALILLAHIL HAMD.

Hadhirin jemaah  Idul Fitri Rahimakumullah.

Setelah menunaikan  puasa dan zakat fitrah sesuai dengan tuntunan yang telah ditetapkan, maka berarti kita sudah memenuhi sebagian persyaratan untuk menyemai kebaikan serta keberkahan.

Ketiga yaitu saling maaf-memaafkan.

Setelah berakhir puasa Romadhan dan ditutup dengan zakat fitrah maka insya’Allah semua dosa kita dapat diampuni oleh Allah, sehingga kita kembali bersih laksana bayi yang baru lahir dan kertas yang belum kena tinta. Tetapi dosa terhadap sesama manusia Allah tidak akan mengampuni sebelum diantara keduanya saling maaf-memaafkan. Walaupun saling maaf-memaafkan tidak harus menunggu akhir ramadhan, kapan saja saja bila kita bersalah wajib saling maaf-memaafkan.

Timbul pertanyaan,  kepada siapa kita harus saling maaf-memaafkan ?

Pertama Kepada suami-Istri.

Setelah berakhir bulan ramadhan tidak menutup kemungkinan banyak kesalahan antara suami-istri, maka tidak ada jalan lain kecuali kita saling maaf memaafkan, atas semua kesalahan yang pernah kita lakukan, baik disengaja maupun tidak sengaja.

Kedua Kepada kedua ibu bapak.

Mari kita sambut kedua tangan ibu-bapak kita, seraya kita bersimpuh dihadapannya mohon maaf lahir dan bathin atas semua kesalahan  yang pernah kita lakukan selama ini terhadap orang tua kita. Jangan kita berbangga dengan kehebatan dan kesuksesan kita, karena kesuksesan kita tidak lepas dari doa dan ridho kedua orang tua  kita. Ingatlah dari mana kita dilahirkan dan di besarkan. Kehidupan kita tidak akan pernah mendapat ridho dari Allah jika gerak dan langkah kita tidak diridhoi oleh orang tua kita. Karena ridha Allah tergantung kepada ridha kedua ibu-bapak kita. Sebagaimana  sabda Rasulullah SAW.

رِضَا اللهِ فِى رِضَ الوَا لِدَيْنِ وَسُخْطُ اللهِ فِى سُخْطِ الْوَالِدَيْنِ

Artinya: Ridha Allah tergantung ridha kedua ibu-bapak dan murka Allah tergantung kepada murka ibu bapak. (HR.At-Tirmizi).                                 

Oleh karena itu tidak sepantasnya kita melupakan keduanya. yang telah melahirkan dan telah mendidik kita samapai  dewasa.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved