Bulan Ramadan

Doa Ziarah Kubur Menyambut Bulan Ramadhan 2026, Adab Berziarah Lengkap

Doa Ziarah Kubur Menyambut Bulan Ramadhan 2026, adab berziarah lengkap. Hukum ziarah kubur dibolehkan didasarkan pada Hadits Rasulullah SAW.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati

TRIBUNSUMSEL.COM - Akhir Bulan Syaban umumnya dimanfaatkan umat Islam untuk berziarah ke makam anggota keluarga yang sudah meninggal dunia. Tradisi tersebut juga dilakukan di akhir Bulan Syaban 2026 menyambut Ramadhan 2026. 

Ziarah kubur di Bulan Syaban bukan sekadar mengunjungi makam tetapi bisa bernilai ibadah, asalkan dilakukan sesuai syar'i. 

Hukum ziarah kubur dibolehkan didasarkan pada Hadits Rasulullah Muhammad SAW, dikutip Tribunsumsel.com dari laman online nahdlatul ulama diakses, Rabu 4 Februari 2026. 

Hadits Rasulullah SAW dalam Sunan Turmudzi No 973

 حديث بريدة قال : قال رسول الله صلى الله علية وسلم :"قد كنت نهيتكم عن زيارة القبور فقد أذن لمحمد في زيارة قبر 
أمه فزورها فإنها تذكر الآخرة"رواة الترمذي  -- 3/370

Artinya: 

"Hadits dari Buraidah ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda “Saya pernah melarang berziarah 
kubur. Tapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang 
berziarahlah! karena hal itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat." 

Dibolehkan ziarah kubur dalam hadits di atas dengan illat (alasan) ‘tazdkiratul akhirah’ yaitu mengingatkan kita kepada akhirat.

Doa Ziarah Untuk Ahli Kubur

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Latin:

"Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì' madholahu, waghsìlhu bìl maa'ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì."

"Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì."

Artinya :

"Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved