KESEHATAN

Dampak Lingkungan terhadap Kesehatan Pernapasan Anak, Cek Selalu Air Quality Index di Handphone Anda

Kita bisa memantau AQI lewat handphone kita. Jadi manfaatkan HP kita untuk memantau indeks kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah

Tayang:
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
YouTube Tribun Sumsel
PERNAPASAN ANAK -- Dr Fifi Sofiah, Sp.A, Subsp Respi (K) dalam podcast Bincang Kesehatan bersama IDI Palembang yang tayang di Youtube Tribun Sumsel, Jumat 5 Juni 2026, mengangkat tema dampak lingkungan terhadap Kesehatan Pernapasan Anak. 

TRIBUNSUMSEL.COM --  Kesehatan pernapasan anak sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat mereka tumbuh dan berkembang. 

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai penelitian menunjukkan bahwa polusi udara menjadi salah satu faktor risiko utama yang dapat memicu gangguan pernapasan pada anak.

Mulai dari asap kendaraan bermotor, pembakaran sampah, emisi industri, hingga kebakaran hutan dan lahan dapat menurunkan kualitas udara dan berdampak langsung pada kesehatan paru-paru anak.

"Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap pencemaran udara karena sistem pernapasan dan kekebalan tubuh mereka masih berkembang," kata dr Fifi Sofiah, Sp.A, Subsp Respi (K), dalam Podcast Bincang Kesehatan yang tayang di Youtube TribunSumsel, Jumat 5 Juni 2026. 

Podcast mengangkat tema Udara tidak Sedang Baik-baik Saja, Dampak Lingkungan terhadap Kesehatan Pernapasan Anak.

dr Fifi menjelasakan, bahwa frekuensi pernapasan anak lebih cepat dibandingkan orang dewasa sehingga mereka menghirup lebih banyak udara dan polutan dalam proporsi yang lebih besar. Karena itu anak-anak lebih berisiko dibanding orang dewasa.

Tren Gangguan Pernapasan pada Anak

Di berbagai daerah, kasus gangguan pernapasan pada anak masih menjadi salah satu penyebab utama kunjungan ke fasilitas kesehatan. Dua penyakit yang paling sering dijumpai. menurut dr Fifi adalah pneumonia dan asma.

1. Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi pada paru-paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Penyakit ini masih menjadi salah satu penyebab kesakitan dan kematian anak di dunia, terutama pada balita.

Paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko terjadinya pneumonia karena partikel pencemar dapat merusak pertahanan alami saluran napas sehingga kuman lebih mudah masuk dan berkembang di paru-paru.

Tanda dan gejala pneumonia pada anak antara lain:

Demam.
Batuk yang tidak kunjung membaik.
Napas cepat.
Tarikan dinding dada ke dalam saat bernapas.
Sesak napas.
Anak tampak lemas dan sulit makan atau minum.

Jika ditemukan gejala tersebut, orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

2. Asma

Asma merupakan penyakit peradangan kronis pada saluran napas yang menyebabkan penyempitan saluran pernapasan secara berulang. Polusi udara, debu, asap rokok, perubahan cuaca, maupun infeksi saluran napas dapat menjadi pemicu kambuhnya asma.

Gejala asma yang perlu diperhatikan meliputi:

Batuk berulang terutama malam atau dini hari.
Napas berbunyi mengi (ngik-ngik).
Sesak napas.
Dada terasa berat atau tertekan.
Anak cepat lelah saat beraktivitas.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved