Berita Palembang
TERJUN Bebas, Harga Kopi di Pagar Alam Hari Ini Kamis 19 Juni, dari Rp70 Ribu Jadi Rp53 Ribu per Kg
Memasuki puncak musim panen bahkan sudah ada beberapa daerah yang masuk penghujung musim panen. Harga jual Biji Kopi di Kota Pagar Alam dan sekitarnya
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Moch Krisna
TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM -- Memasuki puncak musim panen bahkan sudah ada beberapa daerah yang masuk penghujung musim panen. Harga jual Biji Kopi di Kota Pagar Alam dan sekitarnya bukannya naik namun malah terjun bebas.
Betapa tidak, pada saat awal musim panen beberapa bulan lalu harga jual Biji Kopi mencapai Rp70.000 perkilogram. Namun sejak itu harga Kopi terus mengalami penurunan menjadi Rp67.000 perkilogram.
Tidak hanya itu harga Kopi bahkan dihargai di bawa Rp60.000 perkilogram yaitu Rp57.000 perkilogram untuk kualitas bagus. Dan hari ini Kamis (19/6/2025) harga Kopi mengalami penurunan menjadi Rp53.000 perkilogram.
Berdasarkan informasi yang dihimpun sripoku.com, penurunan harga Kopi ini biasa terjadi saat puncak masa panen. Kondisi ini kerap terjadi setiap tahun disaat musim panen.
Salah satu touke Kopi Kota Pagar Alam, Anca membenarkan jika harga jual Biji Kopi terjun bebas. Bahkan dalam waktu 24 jam harga jual Kopi mengalami penurunan hingga Rp3.000 perkilogram.
"Kemarin harga Kopi masih diangka Rp57 ribu perkilogram, hari ini kembali turun menjadi Rp53 ribu perkilogram," ujarnya.
Saat ditanya penyebab turunnya harga Kopi pihaknya menjelaskan jika turun naik harga Kopi tergantung dengan harga secara nasional. Jika harga Kopi dunia turun maka semua akan ikut turun.
"Selian itu, jika stok melimpah biasanya harga juga akan turun. Karena stok melimpah sedangkan permintaan tetap sama," katanya.
Penurunan harga jual Biji Kopi saat ini menurut petani Kopi Pagar Alam masih cukup wajar. Pasalnya harga jual masih diatas Rp50.000 perkilogram.
"Jika masih diatas Rp50 ribu harga jual Kopi masih lumayan dek. Namun kami berharap jangan sampai harga Kopi anjlok dengan harga jual dibawah Rp50 ribu perkilonya," ungkapnya.
Petani berharap kedepan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam dan Pemerintah Provinsi Sumsel dapat menjadi buyer Kopi asli Sumsel. Hal ini agar harga bisa tetap stabil dan tidak dikendalikan oleh buyer luar Sumsel.
"Kami petani sangat berharap harga Kopi tetap stabil agar para petani Kopi tetap bisa membudidayakan Kopi dan tidak beralih ke komoditi lain. Hal ini harus ada campur tangan pemerintah," katanya
(*)
| Tergiur Motor Murah di Marketplace Facebook, Pria di Palembang Malah Kehilangan Uang Rp5.1 Juta |
|
|---|
| Pemprov Sumsel Tegaskan Larangan Angkutan Batubara Lewat Jalan Umum Apapun Alasannya, Disanksi |
|
|---|
| ISPA hingga DBD Mengintai Saat Pancaroba dan Kemarau, Dinkes Sumsel Imbau Waspada |
|
|---|
| Palembang Diprediksi Alami Kemarau Lebih Awal & Lebih Lama dari Normal, Risiko Kekeringan Meningkat |
|
|---|
| Momen Hangat Keluarga di CFD Palembang, Warga: Senang Bisa Bebas Olahraga di Jalan Protokol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Tampak-petani-Kopi-di-Kota-Pagar-Alam1.jpg)