Berita Adv

PLN EPI Perluas Pemanfaatan Biomassa, Hokkop Sebut Potensinya Bisa Capai 80 Juta Ton per Tahun

Direktur Biomassa PT PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan, strategi itu dibangun dari bahan baku yang selama ini kerap dipandang sebagai sisa.

Tayang:
Editor: Sri Hidayatun
Tribunsumsel.com
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan pemanfaatan biomassa mencapai 10 juta ton pada 2030, naik bertahap dari realisasi sekitar 2,3 juta ton pada 2025. 

Ironisnya, sebagian bahan baku justru sudah lebih dulu mengalir ke luar negeri. Menurut Hokkop, private sector di Indonesia sudah mengekspor pome, cangkang, pelet, hingga bahan baku kayu untuk kebutuhan co-firing di Jepang, Eropa, dan China. Nilainya disebut mencapai 10 juta ton hingga 12 juta ton pada 2025. 

“Kita juga sudah ekspo. Sudah ada eksporter pome juga, eksporter cangkang juga, eksporter pellet juga,” kata Hokkop.

“Di tahun kemarin itu kita hitung-hitung sudah menyentuh angka 10 hingga 12 juta ton di tahun 2025 diekspor. Kita masih deploy itu kecil banget," tambah Hokkop. 

PLN EPI juga menegaskan pasokan biomassa tidak boleh dibangun dengan merusak basis pangan atau memicu masalah lahan. Karena itu, bahan baku utama masih difokuskan pada waste. 

Skema kemitraan pun diarahkan ke desa, UMKM, koperasi, BUMDes, dan Gapoktan. Hokkop menyontohkan sekam padi yang dulu dibuang kini dibeli, lalu diolah bersama limbah kayu agar mencapai nilai kalor 3.200 sampai 3.400, mendekati batubara peringkat rendah. 

“Jadi intinya adalah semua hasil dari kerja sama dengan petani ini jadi memiliki nilai komersil. Yang sebelumnya sekam itu dibuang,” ujarnya. 

Meski begitu, tantangan biomassa belum ringan. Bahan bakunya tersebar, ongkos angkut tinggi, dan regulasinya belum sekuat batubara. PLN EPI kini membagi pasokan ke dalam ring satu, ring dua, dan ring tiga agar jarak pengiriman tetap masuk akal secara biaya dan reduksi emisi. Untuk rute yang jauh, perusahaan mulai menggagas angkutan perairan dengan tongkang.

Baca berita lainnya di google news

Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved