Berita Adv

PLN EPI Perluas Pemanfaatan Biomassa, Hokkop Sebut Potensinya Bisa Capai 80 Juta Ton per Tahun

Direktur Biomassa PT PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan, strategi itu dibangun dari bahan baku yang selama ini kerap dipandang sebagai sisa.

Editor: Sri Hidayatun
Tribunsumsel.com
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan pemanfaatan biomassa mencapai 10 juta ton pada 2030, naik bertahap dari realisasi sekitar 2,3 juta ton pada 2025. 

Ringkasan Berita:
  •  PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan pemanfaatan biomassa mencapai 10 juta ton pada 2030
  • Direktur Biomassa PT PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan, strategi itu dibangun dari bahan baku yang selama ini kerap dipandang sebagai sisa. 
  • Hokkop menjelaskan, biomassa diolah agar mendekati karakter bahan bakar fosil, terutama untuk kebutuhan co-firing di PLTU.

TRIBUNNEWS.COM - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan pemanfaatan biomassa mencapai 10 juta ton pada 2030, naik bertahap dari realisasi sekitar 2,3 juta ton pada 2025. 

Biomassa diposisikan bukan sekadar campuran bahan bakar di PLTU, melainkan bagian dari ekosistem bioenergi untuk menekan emisi dan menopang target net zero emission.

Direktur Biomassa PT PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan, strategi itu dibangun dari bahan baku yang selama ini kerap dipandang sebagai sisa.

Lebih dari 90 persen sumber biomassa PLN EPI saat ini masih berasal dari residu limbah industri pangan, perkebunan, kehutanan, dan perkayuan. 

“PLN EPI itu sembilan puluhan persen sumber bioenergi atau biomassanya itu masih menggunakan hasil atau residu limbah,” kata Hokkop Situngkir saat wawancara di Kantor PLN EPI, Centennial Tower Lantai 8, Jl Gatot Subroto No 24-25 Setiabudi, Jakarta 12930, Senin (13/4/2026). 

Menurut dia, model bisnis biomassa yang sedang dibangun PLN EPI bertumpu pada pembentukan ekosistem pasok. Kuncinya ada pada pembangunan fasilitas produksi yang menghubungkan sumber bahan baku di hulu dengan kebutuhan pembangkit di hilir. 

“Kata kuncinya sebenarnya untuk membentuk ekosistem ini kita sebut namanya fasilitas produksi. Jadi PLN EPI tetap di tengah. Kita bikin fasilitas produksinya, baru kita bentuk demand-nya di pembangkit,” ujarnya. 

Hokkop menjelaskan, biomassa diolah agar mendekati karakter bahan bakar fosil, terutama untuk kebutuhan co-firing di PLTU. PLN EPI juga mulai mengarahkan pengembangan ke bioenergi lain untuk pembangkit gas dan diesel, termasuk syngas serta bio-CNG. 

Ia menyebut, seluruh 52 PLTU yang dikelola dalam sistem PLN saat ini sudah menjalankan co-firing biomassa.

Dalam tiga tahun terakhir, volume yang telah terpakai mencapai sekitar 5 juta ton. Tahun ini, PLN EPI membidik realisasi 3,65 juta ton atau lebih tinggi sebelum dinaikkan bertahap hingga 2030. 

Baca juga: PLN EPI Gandeng Konsorsium Indokorea Gas Kembangkan Infrastruktur Midstream LNG di Nusa Tenggara

“Dan kita target di tahun ini, kita bisa achieve sampai 3,6 juta ton lebih, kalau bisa di atasnya, sampai nanti staging terus tahun ke tahun, harapannya bisa menyentuh angka 10 juta ton di tahun 2030,” kata Hokkop. 

Dari sisi lingkungan, PLN EPI menilai pemanfaatan residu limbah memberi dua efek sekaligus. Limbah industri berkurang, sementara pembangkit punya opsi untuk menekan jejak karbon dari bahan bakar fosil. 

Perusahaan itu, kata Hokkop, sudah memakai pendekatan Life Cycle Assessment atau LCA untuk menghitung penurunan emisi dari hulu sampai hilir. Hasil perhitungan itulah yang dipakai untuk membaca kelayakan biomassa dalam mendukung target penurunan emisi. 

“Ketika lihat ini penurunan angka karbonnya itu cukup signifikan, pakai metode LCA tadi, dan itu menjadi target kita di RUPTL kita dalam nota net zero emission target,” ujarnya. 

Di sisi pasokan, PLN EPI melihat ruang tumbuh biomassa masih sangat besar. Hokkop menyebut, potensi biomassa dari kategori limbah saja bisa mencapai 80 juta ton per tahun, sementara yang terserap ke PLN EPI baru sekitar 5 persen. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved