HUT 80 RI
Sejarah dan Asal Mula Telok Abang, Mainan Ciri Khas di Kota Palembang Hanya Ada Saat Momen HUT RI
tradisi itu diyakini muncul pada 1898. Saat itu, pemerintah kolonial mengadakan perlombaan perahu bidar (balap perahu tradisional) di Sungai Musi
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
Ajang itu menyedot animo masyarakat. Mereka berbondong-bondong datang untuk menyaksikannya. Secara tidak langsung, perekonomian berputar. Banyak pedagang kaki lima bermunculan, salah satunya yang menjual kapal telok abang.
Setelah merdeka, lanjut Vebri, pemerintah mengadopsi perlombaan bidar untuk merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia. Hingga kini, setiap menjelang perlombaan bidar, penjual kapal telok abang akan bermunculan dan hanya ada di sekitar BKB.
Dahulu, menurut Vebri, kapal telok abang belum berbentuk kapal-kapalan seperti sekarang, melainkan berbentuk kubus yang dibalut kertas minyak dan dihiasi bunga serta ditancapkan telok abang dengan bendera di atasnya. Kapal telok abang berbentuk kapal dan pesawat baru muncul di atas tahun 1950-an.
Bentuk kapal atau perahu mewakili kehidupan maritim Palembang yang berkembang sejak era Sriwijaya, sedangkan bentuk pesawat mengingatkan suasana perang merebut maupun mempertahankan kemerdekaan yang membuat langit Palembang sempat dipenuhi pesawat tempur. ”Untuk bentuk mobil truk, itu baru muncul belakangan karena perkembangan selera anak-anak,” tuturnya.
Bahan pembuatan kapal-kapalan itu pun kental dengan nuansa Palembang. Dahulu, bahan utamanya adalah akar kayu gabus yang menjadi tanaman endemik dari kawasan rawa lebak di Palembang dan sekitarnya.
”Tetapi, karena maraknya reklamasi atau penimbunan rawa, akar kayu gabus menjadi semakin sulit didapatkan. Maka, bahan pembuatan kapal telok abang mulai berganti menggunakan kertas kardus,” ujar Vebri.
Anak-anak lebih mudah memahami arti kemerdekaan kalau dijelaskan melalui simbol-simbol yang menarik perhatian mereka. Kapal telok abang adalah simbol unik syarat makna yang bisa dijadikan alat untuk merawat semangat kemerdekaan tersebut.
Itulah penjelasan tentang Sejarah dan Asal Mula Telok Abang, Mainan Ciri Khas di Kota Palembang Hanya Ada Saat Momen HUT RI. Semoga bermanfaat. (lis/berbagai sumber)
Baca juga: Makna Logo HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Tema: Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju
Baca juga: 3 Contoh Teks Doa Upacara HUT Ke-80 RI Tahun 2025, Khidmat dan Penuh Makna untuk Dibagikan
Baca juga: Dua Dalil Hadits tentang Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jumat
Baca juga: Cara Daftar Ikut Upacara 17 Agustus 2025 HUT RI Ke-80 di Istana Negara, Lengkap dengan Syaratnya
Kapal Telok Abang
Kapal Telok Abang Palembang
Telok Abang Khas Palembang adalah
telok abang khas palembang
Telok Abang Khas Palembang Hanya Ada di Bulan Agus
Telok Abang di Palembang
sejarah kapal telok abang
Tribunsumsel.com
Tribunnews.com
| 2 Contoh LPJ Kegiatan dan Lomba 17 Agustus 2025, Tersedia File Word dan PDF |
|
|---|
| Sekda Muaro Jambi Bicara Sanksi Camat Sungai Bahar usai Buat Siswa MTSN 7 Nangis Gegara Lagu Ultah |
|
|---|
| Dipanggil Bupati Muaro Jambi, Majelis Kode Etik Bakal Sanksi Camat Sungai Bahar Buntut Drumband |
|
|---|
| Nasib Agus Riyadi, Camat Sungai Bahar yang Ultah hingga Buat Tim Drumband Menangis, Bupati Bereaksi |
|
|---|
| VIDEO Nasib Pegawai Putar Lagu Ultah Camat di Jambi Bikin Tim Drumband Menangis, DPRD Meradang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/sejarah-asal-usul-telok-abang.jpg)