Suami Bunuh Istri di Lombok

Fachrudin Azzahidi Bunuh Istri di Lombok Jadi Tersangka, Cemburu Ada Foto Pria Lain di HP Korban

Fachrudin Azzahidi (36), suami bunuh istrinya, Baiq Miranda Puspa Fratiwi (28) pada Minggu (3/8/2025) kini ditetapkan sebagai tersangka.

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
FACEBOOK/Miranda Azzahidi
SUAMI BUNUH ISTRI- Fachrudin Azzahidi (36), suami bunuh istrinya, Baiq Miranda Puspa Fratiwi (28) pada Minggu (3/8/2025) kini ditetapkan sebagai tersangka. 

"Saat disadap ditemukan chat-chat-an korban sehingga dimonitor pelaku sehingga menimbulkan kecurigaan kepada suami korban," jelas Samsul saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/8/2025). 

Selain percakapan, pelaku juga menemukan adanya foto yang membuatnya semakin curiga. 

"Juga ada foto yang ditemukan pelaku di HP korban bahwa sang istri dengan laki-laki lain," ungkap Samsul.

Baca juga: Sosok Baiq Miranda, Istri Dibunuh Suami di Lombok, Baru Sebulan Jadi Pegawai di Bandara

Samsul menyebutkan, pihaknya sedang melakukan pendalaman mengenai berapa pelaku melakukan penyadapan. 

"Nah itu masih kita mencari, mendalami sudah berapa lama dia (menyadap)," sebut Samsul.

Samsul mengaku pihaknya sedang mendalami saksi laki-laki yang disebut punya riwayat percakapan dengan korban. 

Nama pihak lain yang disebut sebagai orang ketiga di balik rumah tangga korban dan pelaku tidak tersimpan.

"Namun ada gambar. Nah itu yang mau kita cari identitas. Setelah kita tahu identitasnya kita (panggil)," beber Samsul.

Samsul mengungkap bahwa pelaku menuding korban selingkuh berdasarkan percakapan di WhatsApp.

"Iya (semua chat-chatan percakapan terekam semua) karena disadap," sebut Ipda Samsul Hakim. 

 Kronologi Pembunuhan

Peristiwa nahas itu terjadi di rumah pasangan ini di Lingkungan Kekere, Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya, Lombok Tengah pada Minggu (3/8/2025) sore, dipicu rasa cemburu  Fachrudin Azzahidi setelah membaca isi chat di HP sang istri.

Perwakilan Keluarga korban, Rian Mahesa alias Bading mengungkapkan mengatakan adiknya atau korban lemas tak berdaya usai dicekik sehingga dibaringkan di kasur.

Sementara pelaku santai ngopi sambil bermain dengan anak-anaknya.

"Pelaku beranggapan bahwa korban pingsan. Akhirnya pelaku duduk dulu di terasnya sambil ngopi bahkan ceritanya sambil bermain-main juga sama ponakan saya (anak pelaku)," jelas Bading, dilansir dari Tribunlombok.com, Senin, (4/8/2025).

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved