Penculikan di OKI

'Baru 2 Minggu Masuk Sekolah, Fakta Pilu Bocah SD di OKI Dibunuh-Dirudapaksa, Dikenal Rajin Belajar

Wali kelas mengungkap keseharian RDP (6), bocah SD yang dibunuh dan dirudapaksa warga satu kampungnya di Desa Menang Raya, OKI, Sumsel.

TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO DAVINCHI
BANGKU KORBAN -- Wali Kelas 1 C SDN 5 Pedamaran, Fetri Arinda saat menunjukkan bangku sekolah milik RDP, Senin (287/2025). RDP tewas usai dibunuh dan dirudapaksa Rozi Yanto (20) warga satu kampung di Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI. 

TRIBUNSUMSEL.COM KAYUAGUNG -- Wali kelas mengungkap keseharian RDP (6), bocah SD yang dibunuh dan dirudapaksa warga satu kampungnya di Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI, Sumsel. 

RDP sendiri baru sekitar 2 minggu menjadi murid di SD Negeri 5 Pedamaran, Desa Menang Raya

Diketahui, Desa Menang Raya merupakan salah satu dari 14 desa yang berada di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI. 

Mayoritas penduduk Desa Menang Raya bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan yang sangat bergantung pada keberadaan kawasan konservasi di mana mereka melakukan kegiatan produksi.

Jasad RDP ditemukan di area perkebunan setelah warga mencarinya sebab bocah tersebut ramai disebut jadi korban penculikan. 

Selain keluarga, kepergian tragis RDP juga menimbulkan rasa kehilangan yang mendalam di hati para guru dan murid di SD Negeri 5 Pedamaran.

Disampaikan Wali kelas 1 C, Fetri Arinda mengaku selama korban sekolah dikenal anak baik dan ceria.

"Karena tubuh korban yang lebih besar dan tinggi dari teman lainnya, maka kami menaruhnya  di tempat duduk paling belakang. Saya melihat anaknya ceria dan berbaur dengan teman-teman lain. Orangnya juga rajin belajar dan kerap bertanya bila tidak tahu," kata  Fetri saat ditemui di sekolah dasar, Senin (28/7/2025) siang.

Baca juga: 6 Fakta Bocah di OKI Dibunuh dan Dirudapaksa, Pelaku Santai Pulang usai Membunuh, Rumahnya Dikepung

RILIS TERSANGKA -- Rozi Yanto (20 tahun) saat dihadirkan dalam rilis tersangka di Polres OKI, Minggu (27/7/2025). Rozi ditangkap karena merudapaksa lalu membunuh bocah SD di kampungnya. Kaki Rozi ditembak petugas.
RILIS TERSANGKA -- Rozi Yanto (20 tahun) saat dihadirkan dalam rilis tersangka di Polres OKI, Minggu (27/7/2025). Rozi ditangkap karena merudapaksa lalu membunuh bocah SD di kampungnya. Kaki Rozi ditembak petugas. (TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO DAVINCHI)

Dikatakan lebih lanjut, jam belajar sekolah yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga pukul 09.30 WIB.

Di mana untuk tahun ajaran baru ini, pembelajaran baru berjalan sekira 2 pekan terakhir.

"Baru dua minggu masuk sekolah, jadi saat anak-anak baru mau akrab dan saling kenal, justru dia menjadi korban pembunuhan. Makanya teman-temannya merasa sangat kehilangan dan tidak percaya teman yang baru dikenal. Sudah terlebih dahulu meninggal dunia dengan cara yang tragis," sambungnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, pihak guru selalu mengimbau para orang tua murid untuk mengantar dan menjemput anak-anaknya ke sekolah.

Serta memperhatikan kegiatan setelah pulang sekolah.

"Saya sudah mengimbau orang tua murid, supaya selalu mengantar dan menjemput anak-anaknya. Agar tidak adalagi kejadian serupa dikemudian hari, siswa juga diminta jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal dan selalu berhati-hati jangan mudah dipengaruhi orang lain," ujarnya. 

Firasat Orang Tua

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved