Berita Palembang

Bulog Sumsel Babel Sudah Salurkan Bantuan Pangan Beras Capai 39,7 Persen, Target 554.317 KPM

Menurutnya, persentase penyaluran bantuan pangan beras yang digencarkan Bulog jumlahnya sudah mencapai 39,7 persen.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Sri Hidayatun
dokumentasi Bulog
Penyaluran Bantuan Beras - Pelaksana Tugas Pemimpin Wilayah Bulog Sumsel Babel Rasiwan saat memonitoring penyaluran bantuan pangan beras di Kelurahan Bandar Baru, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -  Hingga saat ini Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) telah menyalurkan bantuan pangan beras  mencapai 39,7 persen.

Pelaksana Tugas Pemimpin Wilayah Bulog Sumsel Babel Rasiwan saat memonitoring penyaluran bantuan pangan beras di Kelurahan Bandar Baru, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, Sumsel mengatakan bahwa penyaluran bantuan pangan beras sejauh ini berjalan lancer.

“Kami memonitoring penyaluran bantuan pangan dan dari hasil pemantauan, terlihat pembagian berjalan lancar. Lalu masyarakat antusias menerima bantuan, dan antrean juga sudah terkondisikan dengan baik,” kata Rasiwan, Kamis (24/7/2025). 

Menurutnya, persentase penyaluran bantuan pangan beras yang digencarkan Bulog jumlahnya sudah mencapai 39,7 persen.

Karena itu, pihaknya akan terus berupaya agar penyaluran bantuan pangan beras dapat terus berjalan dengan baik.

“Harapan kami agar penyaluran bantuan pangan dapat terus berjalan dengan lancar serta bermanfaat bagi penerima,” katanya. 

Rasiwan menjelaskan, Bulog Sumsel Babel akan menyalurkan bantuan pangan beras kepada 554.317 keluarga penerima manfaat.

Khusus di wilayah Sumsel jumlahnya sebanyak 505.094 KPM, selebihnya di Babel.

"Penerima bantuan akan menerima alokasi untuk 2 bulan, yakni Juni dan Juli," katanya. 

Baca juga: Bulog Ungkap Perbedaan Beras Premium dan Medium, Berikut Spesifikasinya

Dia menjelaskan penerima manfaat itu masing-masing mendapatkan 10 kilogram per bulan atau 20 kilogram per 2 bulan.

Pemberian bantuan dilakukan karena adanya kecenderungan kenaikan harga beras pada saat ini.

"Penyaluran bantuan diberikan sekaligus untuk 2 bulan atau sebanyak 20 kilogram. Mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat, membantu daya beli mereka. Ini juga sekaligus menjadi upaya pengendalian harga beras karena kecenderungan harganya mulai naik saat ini," jelasnya.

Rasiwan menegaskan saat ini ketersediaan beras di gudang Bulog jumlahnya mencukupi kebutuhan masyarakat, baik di Sumsel maupun di Babel.

"Ketersediaan atau stok beras kita ada 100 ribu ton di gudang, sangat cukup untuk memenuhi SPHP dan bantuan pangan ini," katanya.

Untuk bantuan pangan beras di Sumsel, dia menyebut penerimanya bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dimutakhirkan oleh Kementerian Sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved