Berita Palembang
BPS Sebut Job Fair Dukung Penurunan Angka Pengangguran di Palembang
Angka ini turun dibandingkan tahun 2023 pada angka 7,49 persen dan 8,20 persen pada tahun 2022 lalu.
Penulis: Hartati | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Palembang mencatat angka pengangguran terbuka di Palembang terus turun tiga tahun terakhir dan kini menjadi 6,98 persen.
Angka ini turun dibandingkan tahun 2023 pada angka 7,49 persen dan 8,20 persen pada tahun 2022 lalu.
Kepala BPS Palembang Edi Subeno MSi mengatakan, angka pengangguran Palembang memang paling tinggi di Sumsel tapi juga dibarengi dengan tingkat kesempatan kerja yang juga sama tingginya sehingga peluang kerja juga lebih besar.
"Tinggal 0,5 persen angka penurunan pengangguran tercapai sesuai target Walikota," kata Edi saat talkshow job fair Pemkot Palembang di hotel Aryaduta, Selasa (22/7/2025).
Edi menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan pemkot mengurai angka pengangguran terbuka ini dengan job fair.
Edi mengurai angka pengangguran di Palembang tahun 2024 tercatat pengangguran sebesar 55.852 orang yang teridiri dari 40.653 laki-laki dan 15.199 perempuan.
Sementara itu data jumlah masyarakat yang bekerja tercatat 744.367 orang yang terdiri dari 462.112 laki-laki dan 282.555 perempuan.
Sementara itu yang bukan angkatan kerja justru naik yakni 479.299 orang dibanding tahun 2023. Kenaikan ini disebabkan usia pekerja mulai 15 tahun ke atas saat ini masih sekolah dan belum bekerja sehingga angkanya naik.
Baca juga: Buka Job Fair 2025 ,Ratu Dewa Berharap Bisa Digelar Dua Kali Dalam Setahun
Baca juga: Job Fair 2025 Digelar Pemkot Palembang, SPX Ekspress Buka 1.500 Loker, Tamatan SMP Bisa Daftar
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Palembang Ikhsan Tosni SE MSi mengatakan salah satu upaya pemkot mengurangi angka tenaga kerja yakni dengan job fair dan juga melaksanakan sejumlah pelatihan bagi calon tenaga kerja agar terampil dan siap kerja.
Disnaker juga akan jemput bola mengunjungi seluruh perusaan di Palembang mencari data dan solusi bagi masyarakat agar bisa mendapat pekerjaan.
"Kami sadar kegiatan ini, job fair pesimis di masyarakat yang dianggap sebagai ajang formalitas perusahaan saja dan kami ingin agar kegiatan ini punya output dan outcome nyata agar bisa terus membantu menurunkan angka pengangguran Palembang dan optimis melakukan angka ke depan menurutkan angka pengangguran," ujarnya.
Ikhsan mengatakan berbagai upaya peningkatan kemampuan calon tenaga kerja itu seperti pelatihan tenaga kerja ke Jepang yang saat ini masih dilakukan sehingga mereka terampil saat bekerja nanti dan juga perusahaan yang dituju legal.
"Kami terus menghimbau jajaran di Disnaker agar sama-sama saling dukung, dan melakukan kerjasama dengan media agar bisa mewujudkan visi misi Walikota dan Wakil Walikota untuk menurunkan pengangguran," tutupnya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 pada Anak, DSA Sebut Pentingnya Pola Hidup Sehat Sejak Dini |
![]() |
---|
Pemprov Sumsel Pastikan Rombak Manajemen Sejumlah BUMD, DPRD Dorong Profesionalitas |
![]() |
---|
Viral Tukang Susu Keliling Diduga Berbuat Asusila ke Siswa SDN 113 di Sako Palembang, Sekolah Tegas |
![]() |
---|
Herman Deru Pastikan Pembangunan Palembang New Port Seluas 59 Hektare di Tanjung Carat Siap Dibangun |
![]() |
---|
Diabetes dan TBC Masih Signifikan di Indonesia, Generali Ajak Masyarakat Rutin Cek Kesehatan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.