Breaking News

Seputar Islam

Hadits Besarnya Kasih Sayang Allah kepada Hamba Melebihi Kasih Sayang Orangtua

“Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada ibu ini kepada anaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
GRAFIS TRIBUNSUMSEL/LISMA
Seorang hamba harus mengenal Rabb-nya 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Rasulullah Nabi Muhammad SAW dalam hadits-haditsnya banyak menjelaskan betapa sangat besar kasih sayang Allah kepada hamba-hambanya.

Bahkan bila kita melihat besarnya pengorbanan dan kasih sayang orang tua untuk kebaikan anak-anaknya, maka kasih sayang Allah SWT kepada hamba-hambahnya lebih dari itu semua.

Dalam riwayat hadits, dikutip dari muslim.or.id, diceritakan 

 Dari Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu , beliau menuturkan:

ﻗﺪﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺳﺒﻲ، ﻓﺈﺫﺍ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﺒﻲ ﻗﺪ ﺗﺤﻠﺐ ﺛﺪﻳﻬﺎ ﺗﺴﻘﻲ، ﺇﺫﺍ ﻭﺟﺪﺕ ﺻﺒﻴﺎً ﻓﻲ
ﺍﻟﺴﺒﻲ ﺃﺧﺬﺗﻪ، ﻓﺄﻟﺼﻘﺘﻪ ﺑﺒﻄﻨﻬﺎ ﻭﺃﺭﺿﻌﺘﻪ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻨﺎ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : (ﺃﺗﺮﻭﻥ ﻫﺬﻩ ﻃﺎﺭﺣﺔ ﻭﻟﺪﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ ). ﻗﻠﻨﺎ: ﻻ، ﻭﻫﻲ ﺗﻘﺪﺭ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻻ ﺗﻄﺮﺣﻪ، ﻓﻘﺎﻝ: (ﻟﻠﻪ ﺃﺭﺣﻢ ﺑﻌﺒﺎﺩﻩ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺑﻮﻟﺪﻫﺎ

Artinya:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kedatangan rombongan tawanan perang. Di tengah-tengah rombongan itu ada seorang ibu yang sedang mencari-cari bayinya.

Tatkala dia berhasil menemukan bayinya di antara tawanan itu, maka dia pun memeluknya erat-erat ke tubuhnya dan menyusuinya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada kami,
“Apakah menurut kalian ibu ini akan tega melemparkan anaknya ke dalam kobaran api?”

 Kami menjawab, “Tidak mungkin, demi Allah. Sementara dia sanggup untuk mencegah bayinya terlempar ke dalamnya.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada ibu ini kepada anaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Apabila seorang Ibu tersebut tidak tega melempar anaknya ke dalam api, maka Allah tentu lebih tidak tega lagi melempar dan mencampakkan hamba-Nya ke dalam api neraka.

Akan tetapi apa yang terjadi? Hamba tersebut tidak mau mengenal Allah, tidak peduli kepada Allah dan agama-Nya, bahkan ia lari jauh dari Allah. Bagaimana Allah bisa sayang kepada hamba tersebut?

Betapa Allah  menyayangi hamba-Nya, bahkan jika hamba tersebut membangkang selama hidupnya, dan bertaubat sesaat sebelum dirinya wafat dengan taubat yang benar lagi tulus, maka Allah  akan ampuni dosanya.

Rasulullah  bersabda:

لَمّا قَضى اللَّهُ الخَلْقَ، كَتَبَ عِنْدَهُ فَوْقَ عَرْشِهِ: إنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي

“Ketika Allah telah selesai menciptakan makhluk, Allah menulis di atas arsy Nya: sungguh kasih sayangKu mengalahkan kemurkaanKu.” (HR. Bukhari, No. 7453).

Dari uraian hadits tentang betapa besar kasih sayang Allah kepada hambanya, dapat kita sadari bahwa perlunya seorang hambamengenal Rabb-nya.

Sebagai manusia kita harus mengenal Allah, agar kita cinta kepada Allah dan Allah cinta kepadanya. Allah betul betul  sangat sayang kepada hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya.

Demikian penjelasan tentang hadits besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-hambanya. Semoga bermanfaat. Wallahualam bishawabi. (lis/berbagai sumber)

Baca juga: Kumpulan Ayat Alquran dan Hadits tentang Besarnya Kasih Sayang Allah kepada Hambanya

Baca juga: Arti Innallaha Yakmuru Bil Adli Wal Ihsan, Surat An Nahl Ayat 90, Allah Menyuruh Kita Adil dan Baik

Baca juga: Arti Hadits Akrimu Auladakum Wa Ahsinu Adabahum, Nasihat Rasulullah tentang Mendidik Anak

Baca juga: Arti Peribahasa Kasih Orang Tua Sepanjang Masa Kasih Anak Sepanjang Galah, dan Hikmahnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved