Berita Selebriti

Ikhlasnya Paula Verhoeven Relakan Wong Menangkan Hak Asuh Anak, Berharap Jadi Orang Tua Bijaksana

Bagi Paula Verhoeven saat ini hanya berharap agar dirinya dan Baim Wong bisa kompak menjadi orang tua yang bijaksana demi mengutamakan Kiano dan Kenzo

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
ig/paula_verhoeven
POSTINGAN IBUNDA PAULA DISOROT- Potret Paula Verhoeven. Bagi Paula Verhoeven saat ini Paula Verhoeven hanya berharap agar dirinya dan Baim Wong bisa kompak menjadi orang tua yang bijaksana demi mengutamakan Kiano dan Kenzo 

Menariknya, hakim Pengadilan Tinggi Agama juga menyebutkan bahwa dalam pertimbangan ini digunakan pendekatan lain, yakni social justice, serta memprioritaskan kepentingan terbaik bagi anak. 

"Selain itu, hakim juga merujuk pada pertimbangan dari ahli, yaitu psikolog,” ujar Alvon.

Ia menyebut hakim memutuskan hak asuh jatuh ke ayah karena anak dinilai lebih dekat, namun pihaknya tetap mengkaji apakah putusan itu berdasar kuat.

“Berdasarkan hal tersebut, hakim menyimpulkan bahwa anak lebih dekat dengan ayah, sehingga memutuskan bahwa hak asuh anak diberikan kepada sang ayah."

"Namun terkait dengan putusan itu, kami tetap memberikan penilaian apakah hakim memang telah memutuskan berdasarkan dasar yang benar dan kuat,” lanjutnya.

Baca juga: SEGINI Nafkah Cerai Paula Verhoeven Harus Dibayarkan Baim Wong Pasca Tak Terbukti Istri Durhaka

Pihak Paula juga mempersoalkan metode pemeriksaan yang digunakan sebelumnya.

“Kenapa saya katakan demikian? alasannya begini: pada saat persidangan terdahulu di Pengadilan Agama, kami sebenarnya mempertanyakan soal metodologi yang digunakan. "

"Mereka menghadirkan dua orang ahli, yaitu seorang psikolog dan kami juga menghadirkan dua ahli, yakni seorang dokter anak dan seorang psikolog,” ungkap sang kuasa hukum.

Yang dipertanyakan pihak Paula ialah soal kapasitas dari psikolog dengan latar belakang SDM yang dihadirkan pihak terkait.

“Yang kami pertanyakan ialah soal kapasitas dari psikolog SDM tersebut. "

"Apakah memang seorang dengan latar belakang SDM dapat memberikan penilaian terkait perkembangan atau kondisi anak? Itu menjadi pertanyaan mendasar bagi kami,” tegasnya.

Selain itu, terkait pemeriksaan dari psikolog anak yang dihadirkan pihak terkait, pihak Paula juga menyoal proses pemeriksaan yang dilakukan.

“Selain itu, terkait dengan psikolog anak yang dihadirkan, kami juga menanyakan soal proses pemeriksaan yang dilakukan, apakah memang dilakukan observasi, wawancara, dan asesmen langsung. "

"Jawabannya memang dikatakan demikian. Kemudian disampaikan bahwa anak-anak tersebut menderita PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) atau gangguan stres pascatrauma,” katanya.

Saat pihak Paula menanyakan alasan dari kesimpulan itu, dijawab bahwa trauma muncul karena anak disebut takut dengan ibunya yang berteriak-teriak.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved