Berita Viral

Jadi Korban KDRT, Istri di Bekasi Ngadu ke Damkar, Ini Kata Polisi Soal Dugaan Kasus Tak Ditanggapi

D mengaku terpaksa mengadu ke damkar karena dirinya frustasi, bahkan sempat berniat bunuh diri akibat laporannya tak ditindaklanjuti. 

Editor: Weni Wahyuny
ACHMAD NASRUDIN YAHYA/KOMPAS.com
KORBAN KDRT NGADU KE DAMKAR - Seorang ibu rumah tangga di Bekasi Selatan, Kota Bekasi, berinisial D (26) mengadu ke petugas pemadam kebakaran (damkar) usai laporan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya tak kunjung ditindaklanjuti kepolisian. 

Sementara itu, anggota Tim Rescue Damkar Kota Bekasi, Eko Budi, menjelaskan, D sebelumnya mengadu ke damkar melalui call center 112 pada Selasa pagi tadi pukul 06.30 WIB. 

Dalam aduannya, D mengaku hendak bunuh diri.

Mendengar aduan tersebut, enam petugas langsung bergegas menuju kediaman pengadu dengan menggunakan satu unit mobil damkar. 

"Kami dapat pengaduan dari warga inisial D melalui 112 perihal KDRT, D berbahasa ingin bunuh diri, langsung kami kroscek datang dan minta alamatnya," kata Eko. 

Setibanya di lokasi, Eko dan kawan-kawan langsung memberikan layanan pendampingan untuk menguatkan mental D. 

Eko juga membenarkan bahwa D merupakan korban KDRT. Hal ini terlihat dari luka memar di sejumlah bagian tubuh korban. 

"Kalau secara kasat mata itu ada bekas luka lebam di paha sebelah kiri, lalu kuping sebelah kiri keluar cairan, kemudian kepala terasa pusing dan ada memar juga," ungkap pria yang biasa disapa Eko Uban. 

Setelah pemberian layanan ini, rasa percaya diri korban perlahan mulai membaik. 

Kata Polisi

Polisi mengonfirmasi seorang ibu berinisial D (26), yang diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Bekasi Selatan, Kota Bekasi, mengalami luka memar di bagian kepala. 

"Luka yang dialami korban, memar di bagian kepala," kata Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Suparyono, saat dikonfirmasi, Kamis (26/6/2025). 

Luka tersebut diketahui berdasarkan hasil visum et repertum dari RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid, Bekasi, setelah korban membuat laporan ke polisi pada Jumat (20/6/2025). 

D diduga jadi korban KDRT dan sempat mengadu ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) karena merasa laporannya tak kunjung ditindaklanjuti oleh polisi. 

Menanggapi tudingan bahwa laporan korban tidak ditindaklanjuti, Suparyono membantahnya. 

Ia menegaskan bahwa kepolisian telah menangani kasus tersebut sejak awal. 

Halaman
123
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved