Seputar Islam

Hadits Tentang Dua Amalan Setara Pahala Haji, Asa Umat Islam yang Belum Berhaji Jangan Bersedih Hati

Dari dua hadits ini kita dapat memahami bahwa tidak ada alasan kita bersedih hati, apalagi suuzon kepada Allah karena ketidakmampuan untuk berhaji

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/welly triyono
HADITS AMALAN SETARA HAJI -- Ilustrasi anak berbakti kepada orang tua sebagai amalan setara pahala haji berdasarkan hadits nabi. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Daftar tunggu haji yang begitu panjang menyebabkan umat Islam mesti bersabar menunggu untuk dapat menunaikan ibadah haji. 

Demikian juga untuk melaksanakan ibadah umroh,  biayanya yang tidak sedikit, membuat umat Islam juga harus bersabar mengumpulkan rezeki agar berkesempatan berkunjung ke Tanah Suci. 

Janganlah bersedih hati bagi kita yang belum memiliki kesempatan tahun ini untuk pergi ke Baitullah.

Karena sesungguhnya Allah telah memberikan kemudahan kepada umat Islam melalui berbagai amalan yang pahalanya setara dengan ibadah haji.  

Allah membukakan pintu-pintu kebaikan yang dapat dilakukan setiap hari dengan mudah namun pahalanya setara dengan haji dan umroh.

 Melalui teladan kita, junjungan kita Rasulullah SAW, Dia telah memberikan kabar gembira tentang amalan-amalan ini dalam hadits berikut ini, dikutip dari laman nu online.

HADITS 1

Rasulullah SAW bersabda melalui haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, bersumber dari Anas RA:

عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ‌مَنْ ‌صَلَّى ‌الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللّٰهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Artinya:

Dari Anas, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda:

“Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka dia mendapatkan pahala seperti haji dan umrah.”

Anas melanjutkan, Rasulullah bersabda: “Sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi) 

Dari hadits ini, dapat diketahui bahwa amalan yang pahalanya setara dengan haji dan umrah adalah ibadah shalat subuh secara berjamaah yang dirangkai dengan duduk atau i’tikaf sembari mengingat Allah hingga terbit fajar dan melakukan shalat syuruq dua rakaat setelahnya. 

Muhammad bin Abdul Hadi as-Sindi dalam kitab Hasyiatus Sindi ‘ala Sunan at-Tirmidzi, jilid 1, halaman 515, menjelaskan, bahwasanya sabda Nabi Saw yang mengatakan, “Sempurna, sempurna, sempurna.” di penghujung hadits tersebut mengisyaratkan kesempurnaan sifat pahala yang diperoleh dari setiap ibadah yang telah disebutkan. Yakni, mulai dari sholat subuh, duduk i’tikaf, dan shalat sunnah syuruq. Selain itu, pengulangan kata menandakan penegasan makna.

HADITS 2

Rasulullah Saw dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani, bersumber dari Anas bin Malik RA:

 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: ‌إِنِّي ‌أَشْتَهِي ‌الْجِهَادَ وَلَا أَقْدِرُ عَلَيْهِ قَالَ: فَهَلْ بَقِيَ أَحَدٌ مِنْ وَالِدَيْكَ فَقَالَ: أُمِّي قَالَ: فَابْلُ اللّٰهَ عُذْرًا فِي بِرِّهَا ، فَإِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ فَأَنْتَ حَاجٌّ وَمُعْتَمِرٌ وَمُجَاهِدٌ إِذَا رَضِيَتْ عَنْكَ أُمُّكَ، فَاتَّقِ اللّٰهَ وَبَرَّهَا

Artinya:

Dari Anas bin Malik, ia berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi Saw dan mengatakan: “Sungguh, aku ingin berjihad tetapi aku tidak mampu.” Nabi Saw bertanya: “Apakah masih ada orang tuamu yang hidup?” Ia menjawab: “Ibuku.” Nabi Saw bersabda: “Allah menerima udzurmu dengan berbakti kepadanya, maka sesungguhnya jika kamu lakukan itu, kamu seperti orang yang berhaji, berumrah, dan berjihad.'" (HR. Thabrani)  

Dari dua hadits ini kita dapat memahami bahwa tidak ada alasan kita bersedih hati, apalagi suuzon kepada Allah karena ketidakmampuan materi untuk berhaji.

 Meskipun kita belum memiliki kesempatan untuk menunaikan haji secara langsung ke tanah suci, kita tidak boleh bersedih dan khawatir.

 Allah memberikan amalan yang dapat kita lakukan dan ganjarannya setara dengan berhaji dan berumrah atau bahkan lebih. Apabila kita melaksanakan ibadah shalat subuh secara berjamaah, lalu beritikaf atau duduk seraya berdzikir kepada Allah sampai terbit fajar dan melaksanakan shalat syuruq dua rakaat, maka amalan yang kita laksanakan tersebut, pahalanya setara dengan haji dan umrah.

Selain itu, jika kita punya orang tua yang masih hidup dan kita melaksanakan kebaktian kepada mereka, maka ganjaran yang akan kita terima dari sisi Allah, sama dengan berhaji, berumrah dan berjihad sekaligus.

 Oleh karenanya, mari kita optimalkan segala potensi ibadah yang telah dianugerahkan oleh Allah ta'ala untuk memudahkan kita dalam meraih ridha-Nya.

Semoga di kesempatan yang berbeda, Allah mengizinkan kita mengunjungi rumahnya, Baitullah, di Tanah Suci, Aamiin Yaa Rabbal’alamin.

Wallahualam bishwabi.

Demikian dua hadits tentang amalan setara pahala berhaji dan umroh semoga bermanfaat. (lis/berbagai sumber)

Baca juga: Doa Haji Mabrur Sepulang Haji untuk Orang yang Menunaikan Ibadah Haji Bacaan Arab, Latin dan Arti

Baca juga: Dzikir dan Doa Hari Arafah Tanggal 9 Dzulhijjah Sesuai Sunnah, Amalan Sehari Sebelum Idul Adha 2025

Baca juga: Arti Eid Al Adha Mubarak Lakum Wali A Ilatakum, Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha Berbahasa Arab

Baca juga: 6 Keutamaan Berkurban Berdasarkan Alquran dan Hadits, Amalan yang Dicintai Allah Jalan Menuju Takwa

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved