Seputar Islam

Doa Haji Mabrur Sepulang Haji untuk Orang yang Menunaikan Ibadah Haji Bacaan Arab, Latin dan Arti

Dilansir Rumaysho.com, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal M.Sc menerangkan bahwa haji mabrur adalah haji yang di dalamnya terkumpul amalan kebaikan

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
GRAFIS TRIBUN SUMSEL/VANDA
DOA HAJI MABRUR -- Ilustrasi orang yang menunaikan ibadah haji, berikut bacaan doa haji mabrur untuk jemaah haji. 

TRIBUNSUMSEL.COM  — Setelah menjalani puncak haji yakni wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah, maka resmilah para jemaah haji menunaikan ibadah hajinya.

Jemaah haji akan melanjutkan rangkaian penutup rukun haji lainnya seperti mabit di Muzdalifah, melontar jumroh, tawaf ifadhah, dan sai.  Kemudian jemaah haji akan kembali ke Tanah Air.
 

Setiap jamaah yang berangkat ke Tanah Suci pasti ingin menjadi haji mabrur ketika sudah pulang ke kampung halaman. 

 Haji mabrur adalah cita-cita paling tinggi, karena balasan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk haji mabrur sanga besar.

Dalam sebuah hadits dijelaskan, Nabi Shallallahu alaihi wassallam bersabda,

 “Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR Bukhari nomor 1773 dan Muslim: 1349)

Dilansir Rumaysho.com, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal M.Sc menerangkan bahwa haji mabrur adalah haji yang di dalamnya terkumpul amalan kebaikan dan menjauhi setiap dosa.

Doa paling bagus hendaknya diucapkan untuk orang yang berhaji, baik dari diri sendiri maupun orang lain, yakni semoga haji yang dilakukan mabrur.

Oleh karena itu, dianjurkan bagi orang yang berhaji setelah melaksanakan amalan haji, bahkan setelah bertahalul (boleh melakukan larangan ihram) ketika selesai melempar jumrah ‘aqobah pada hari Nahr (Idul Adha 10 Dzulhijjah) untuk saling mendoakan:

Doa Haji Mabrur

اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا

Arab latin:

Allahummaj’al hajjan mabruron, wa sa’yan masykuron, wa dzanban maghfuron.

Artinya: “Semoga Allah menganugerahkan haji yang mabrur, usaha yang disyukuri dan dosa yang diampuni.”


Inilah doa yang dijelaskan dalam riwayat dari Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Umar. Bahkan, disebutkan diriwayatkan secara marfu’ (sampai pada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved