Seputar Islam

Arti Ayat Ya Ayyuhalladzina Amanu Shollu Alaihi Wa Sallimu Taslima, Perintah Allah untuk Bershalawat

Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
Tribunsumsel.com
PERINTAH BERSHALAWAT -- Ilustrasi Alquran berikut Arti Ayat Ya Ayyuhalladzina Amanu Shollu Alaihi Wa Sallimu Taslima, Perintah Allah untuk Bershalawat. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Shalawat adalah salah satu amalan sunnah yang senantiasa perlu dilaksanakan umat Islam, terutama bagi orang-orang yang beriman.

Kita memuji dan mendoakan Nabi SAW melalui bacaan shalawat, selain juga berusaha menjadikan Nabi sebagai suri teladan dalam kehidupan sehari-hari. 

Simak artikel-artikel Seputar Islam lainnya, hanya di sini.

Perintah bersholawat ditegaskan Allah dalam Alquran, tepatnya Surat Al Ahzab ayat 56.

Yaa ayyuhal ladzina aamanu shallu ‘alaihi wa sallimu tasliima, yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.

Berikut Surat Al Ahzab Ayat 56, selengkapnya, tulisan Arab, latin Arab dan arti:

 إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا 

Arab latin :
"Inna Allaha wa malaa’ikatahu yushalluna ‘alan nabiyyi yaa ayyuhal ladzina aamanu shallu ‘alaihi wa sallimu tasliima"

Artinya: 
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (Q.S. Al-Ahzab: 56) 


Dikutip dari laman nu.or.id, Profesor Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, Jilid XI, halaman 316 menjelaskan bahwa surat Al-Ahzab ayat 56 ini menyimpan keunikan tersendiri, terutama perintah Allah terkait bershalawat kepada Nabi Muhammad saw.  

Hal ini karena tidak ada perintah lain dari Allah yang disertai pernyataan telah dilakukan oleh-Nya sendiri. Keunikan ini secara tidak langsung menggambarkan betapa tinggi kedudukan dan besar cinta Allah kepada Nabi Muhammad saw.

 Lebih lanjut, dalam penafsiran Quraish Shihab, perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad dalam ayat tersebut mencerminkan kedudukan beliau yang amat istimewa di sisi Allah swt.

Tidak ada perintah lain yang disertai pernyataan Allah telah melakukannya, menandakan cinta dan kemuliaan yang tiada tara bagi Nabi Muhammad saw.

 Pada sisi lain, dalam Al-Misbah, seseorang tidak hanya diwajibkan untuk tidak merendahkan Nabi Muhammad saw, tetapi lebih lanjut, dia diminta untuk menghormati dan mengakui jasa-jasanya.

Hal ini karena jika kita tidak dapat mengakui dan memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa atas izin Allah swt, kepada siapa lagi kita harus memberikan penghormatan?

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved