Berita Palembang

Selama 2025, Bulog Sumsel dan Babel Serap 133.833 Ton GKP dan 25.721 Ton Beras Dari Petani

Dia menyebut, realisasi itu termasuk dengan serapan di Babel yang mencapai 1.100 ton lebih gabah.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Bulog
BERAS - Beras di Gudang Bulog Beberapa Waktu yang Lalu. Selama 2025, Bulog Sumsel dan Babel Serap 133.833 Ton GKP dan 25.721 Ton Beras Dari Petani 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
 
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -  Bulog Sumatera Selatan dan Bangka Belitung terus melakukan penyerapan gabah ataupun beras ke petani, bahkan serapannya hampir mencapai 100 ribu ton pada panen perdana atau hingga Mei 2025.

"Serapan tersebut tertinggi dari sebelum-sebelumnya. Serapan Bulog Sumsel Babel sudah mencapai 97 ribu ton setara beras." kata Pimpinan Bulog Wilayah Sumsel Babel Heriswan, Senin (19/5/2025).

Menurut Heriswan, masih ada sisa panen di Banyuasin dan tetap optimis sampai akhir panen bisa mencapai 100 ribu ton setara beras, karena masih ada dua pekan lagi bisa mencapai 100 ribu ton itu.  

"Jumlah 97 ribu ton setara beras itu merupakan hasil dari 133.833 ton gabah kering panen (GKP) dan 25.721 ton beras. Realisasi itu naik tiga kali lipat dibandingkan serapan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata hanya 30 ribu ton setara beras pada panen awal tahun," katanya. 

Dia menyebut, realisasi itu termasuk dengan serapan di Babel yang mencapai 1.100 ton lebih gabah.

Serapan di Babel juga mengalami kenaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Sama halnya dengan di Sumsel, serapan Bulog di Babel juga mengalami kenaikan. Kenaikan ini juga karena naiknya harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kg," katanya.

Baca juga: Langkah Askolani Tingkatkan Produksi Gabah di Banyuasin, Bentuk Brigade Pangan dari Kaum Milenial

Baca juga: Petani Padi di Musi Rawas Mulai Jual Gabah Kering ke Bulog Karena Lebih Menguntungkan

Menurutnya, capaian meningkat ini karena Bulog melakukan jemput bola langsung ke petani, ketika mulai panen.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Bulog hanya menunggu di pintu gudang.

"Sesuai arahan presiden, sekarang kami jemput bola ke petani ketika panen ke sawah-sawah petani. Tidak lagi menunggu di depan pintu gudang," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, sesuai arahan menteri pertanian dan gubernur, Sumsel ditarget masuk dalam tiga besar nasional penghasil beras tertinggi secara nasional.

Bahkan Presiden Prabowo menyebut Sumsel bisa menjadi penyumbang tertinggi beras nasional.

Perluasan lahan tanam dalam program optimasi lahan (opla) akan mendorong produksi beras Sumsel.

Diketahui, opla di Sumsel berada di Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI) yang ditarget tahun ini seluas 106 ribu hektare

"Peningkatan beras Sumsel ke Bulog juga akan didorong program opla, selain karena serapan yang kita lakukan langsung di lapangan," katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved