Berita Ogan Ilir

Warga Keluhkan Jalan di Tanjung Batu Ogan Ilir Banyak Lubang, Titik Jalan Provinsi Rusak Bertambah

Warga kembali mengeluhkan kondisi jalan penghubung wilayah Meranjat dan Tanjung Batu di Kabupaten Ogan Ilir yang banyak lubang.

TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG DWIPAYAN
KENDARAAN MELINTAS - Kendaraan melintasi salah satu titik kerusakan jalan penghubung Meranjat dan Tanjung Batu, Senin (28/4/2025) pagi. Warga menagih janji pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut. 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Warga kembali mengeluhkan kondisi jalan penghubung wilayah Meranjat dan Tanjung Batu di Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel yang terdapat banyak kerusakan.

Menurut warga, sepanjang kurang lebih 13 kilometer jalan tersebut terdapat belasan titik kerusakan di mana tiga diantaranya tergolong sangat parah.

Pantauan di lapangan, titik kerusakan jalan ada di Simpang Tapa, dekat Simpang Tanjung Laut, dekat Simpang Tanjung Pinang hingga Kelurahan Tanjung Batu.

Di Tanjung Batu saja sedikitnya ada lima titik kerusakan. 

Kebanyakan dari titik kerusakan tersebut, lubang jalan tergenang air saat musim hujan.

"Ada beberapa titik jalan di Tanjung Batu ini mirip kubangan kalau musim hujan dan sangat berdebu di musim kemarau," tutur seorang warga Tanjung Batu bernama Alhaji, Senin (28/4/2025).

Alhaji sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan.

Hampir setiap hari dia menempuh perjalanan menuju Meranjat maupun Tanjung Batu, dengan melewati jalan tersebut.

Menurut Alhaji, hingga saat ini belum ada tanda-tanda jalan akan diperbaiki.

Padahal ruas jalan provinsi tersebut merupakan urat nadi perekonomian warga.

"Terakhir kali peningkatan jalan seingat saya tahun 2011. Pernah juga diperbaiki tambal sulam, tapi sudah lama sekali," ungkap Alhaji.

Warga pun menagih janji pemerintah yang kabarnya akan memperbaiki jalan penghubung Meranjat dan Tanjung Batu setelah Lebaran Idul Fitri 2025.

"Katanya mau diperbaiki setelah Lebaran (Idul Fitri). Tapi sampai sekarang belum kelihatan," kata Alhaji.

Desakan agar perbaikan segera dilakukan bukannya tanpa alasan.

Kebanyakan masyarakat terutama pengendara roda dua mengeluhkan onderdil kendaraan yang rusak akibat menghantam lubang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved