Tagihan Listrik Rp12 Juta di Jombang

Pilu Nasib Penjual Gorengan Syok Tagihan PLN Rp12,7 Juta, Listrik Diputus, Kini PKL Galang Dana

Setelah dari sentra PKL Kebonrojo, penggalangan dana dilakukan di sentra PKL yang berada di kompleks RSUD Jombang. 

Editor: Weni Wahyuny
anggit puji widodo/surya.co.id/KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ)
TAGIHAN LISTRIK PENJUAL GORENGAN - (kiri) Masruroh saat ditemui awak media di kediamannya di Dusun Blimbing, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur pada Kamis (24/4/2025) dan (kanan) Komunitas PKL melakukan penggalangan dana, Jumat (25/4/2025). Aksi tersebut menanggapi masalah tagihan listrik sebesar Rp. 12,7 juta yang diterima Masruroh, penjual gorengan asal Dusun Blimbing, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 

TRIBUNSUMSEL.COM, JOMBANG - Kisah Masruroh, penjual gorengan asal Dusun Blimbing, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang listriknya diputus karena tak bayar tagihan Rp12,7 juta, mendapatkan perhatian publik.

Tak hanya itu, Masruroh pula dituduh mencuri aliran listrik sejak 2022.

Salah satunya dari kalangan pedagang kaki lima (PKL) yang turut prihatin atas apa yang menimpa Masruroh.

Sejumlah PKL pun melakukan aksi penggalangan dana untuk meringankan beban Masruroh.

Penggalangan dana tersebut yang dilakukan Serikat PKL (Spekal) dan Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) pada Jumat (25/4/2025) pagi, diawali dengan penggalangan dana di sentra PKL Kebonrojo, Kabupaten Jombang

Setelah dari sentra PKL Kebonrojo, penggalangan dana dilakukan di sentra PKL yang berada di kompleks RSUD Jombang

Ketua FRMJ sekaligus Pembina Serikat PKL Jombang, Joko Fatah Rochim, mengatakan bahwa aksi penggalangan dana dilakukan untuk membantu Masruroh membayar tagihan listrik yang jumlahnya mencapai Rp 12,7 juta. 

Baca juga: Penjelasan PLN Soal Tagihan Listrik Penjual Gorengan di Jombang Capai Rp12,7 Juta, Sarankan Cicil

Menurut dia, penggalangan dana akan dilakukan hingga Senin (28/4/2025) depan. 

Adapun dana yang terkumpul dari donasi para PKL dan masyarakat akan diserahkan kepada Masruroh untuk digunakan membayar tagihan listrik PLN.

“Karena ada tagihan itu, Bu Masruroh tidak bisa menggunakan listrik. Kasihan dia, apalagi pekerjaannya hanya sebagai penjual gorengan,” kata Fatah. 

Selain mendatangi beberapa sentra PKL untuk menggalang dana, rombongan penggalang dana juga sempat mendatangi Kantor DPRD Jombang serta Kantor PLN Jombang

Namun, saat di DPRD Jombang, tidak ada anggota dewan yang menerima karena sedang melakukan kunjungan kerja keluar kota. 

Masruroh yang kini hidup sendiri itu mengaku tidak mengetahui mengapa bisa mendapat tagihan listrik PLN mencapai belasan juta. 

Terlebih, nama dalam tagihan tersebut merupakan mendiang ayahnya, yakni Naif Usman, yang sudah wafat sejak tahun 1992.

Sebelumnya, Masruroh, warga Dusun Blimbing, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek dibuat kaget dengan tagihan listriknya yang mencapai Rp12,7 juta.

Baca juga: Bingungnya Penjual Gorengan di Jombang Terima Tagihan Listrik Rp12,7 Juta: Saya Bayar Pakai Apa ?

TAGIHAN LISTRIK PLN - Masruroh saat ditemui awak media di kediamannya di Dusun Blimbing, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur pada Kamis (24/4/2025). Janda penjual gorengan ini kaget saat menerima tagihan listrik yang capai Rp 12,7 juta dan dituduh mencuri listrik.
TAGIHAN LISTRIK PLN - Masruroh saat ditemui awak media di kediamannya di Dusun Blimbing, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur pada Kamis (24/4/2025). Janda penjual gorengan ini kaget saat menerima tagihan listrik yang capai Rp 12,7 juta dan dituduh mencuri listrik. (anggit puji widodo/surya.co.id)
Halaman
123
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved