Tagihan Listrik Rp12 Juta di Jombang
Pilu Nasib Penjual Gorengan Syok Tagihan PLN Rp12,7 Juta, Listrik Diputus, Kini PKL Galang Dana
Setelah dari sentra PKL Kebonrojo, penggalangan dana dilakukan di sentra PKL yang berada di kompleks RSUD Jombang.
TRIBUNSUMSEL.COM, JOMBANG - Kisah Masruroh, penjual gorengan asal Dusun Blimbing, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang listriknya diputus karena tak bayar tagihan Rp12,7 juta, mendapatkan perhatian publik.
Tak hanya itu, Masruroh pula dituduh mencuri aliran listrik sejak 2022.
Salah satunya dari kalangan pedagang kaki lima (PKL) yang turut prihatin atas apa yang menimpa Masruroh.
Sejumlah PKL pun melakukan aksi penggalangan dana untuk meringankan beban Masruroh.
Penggalangan dana tersebut yang dilakukan Serikat PKL (Spekal) dan Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) pada Jumat (25/4/2025) pagi, diawali dengan penggalangan dana di sentra PKL Kebonrojo, Kabupaten Jombang.
Setelah dari sentra PKL Kebonrojo, penggalangan dana dilakukan di sentra PKL yang berada di kompleks RSUD Jombang.
Ketua FRMJ sekaligus Pembina Serikat PKL Jombang, Joko Fatah Rochim, mengatakan bahwa aksi penggalangan dana dilakukan untuk membantu Masruroh membayar tagihan listrik yang jumlahnya mencapai Rp 12,7 juta.
Baca juga: Penjelasan PLN Soal Tagihan Listrik Penjual Gorengan di Jombang Capai Rp12,7 Juta, Sarankan Cicil
Menurut dia, penggalangan dana akan dilakukan hingga Senin (28/4/2025) depan.
Adapun dana yang terkumpul dari donasi para PKL dan masyarakat akan diserahkan kepada Masruroh untuk digunakan membayar tagihan listrik PLN.
“Karena ada tagihan itu, Bu Masruroh tidak bisa menggunakan listrik. Kasihan dia, apalagi pekerjaannya hanya sebagai penjual gorengan,” kata Fatah.
Selain mendatangi beberapa sentra PKL untuk menggalang dana, rombongan penggalang dana juga sempat mendatangi Kantor DPRD Jombang serta Kantor PLN Jombang.
Namun, saat di DPRD Jombang, tidak ada anggota dewan yang menerima karena sedang melakukan kunjungan kerja keluar kota.
Masruroh yang kini hidup sendiri itu mengaku tidak mengetahui mengapa bisa mendapat tagihan listrik PLN mencapai belasan juta.
Terlebih, nama dalam tagihan tersebut merupakan mendiang ayahnya, yakni Naif Usman, yang sudah wafat sejak tahun 1992.
Sebelumnya, Masruroh, warga Dusun Blimbing, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek dibuat kaget dengan tagihan listriknya yang mencapai Rp12,7 juta.
Baca juga: Bingungnya Penjual Gorengan di Jombang Terima Tagihan Listrik Rp12,7 Juta: Saya Bayar Pakai Apa ?

Awal Mula Masruroh, Penjual Gorengan di Jombang Terima Tagihan Rp12,7 Juta dan Dituduh Curi Listrik |
![]() |
---|
Sosok Masruroh, Penjual Gorengan di Jombang Syok Tagihan Listrik Rp12,7 Juta, Suami Telah Tiada |
![]() |
---|
Penjelasan PLN Soal Tagihan Listrik Penjual Gorengan di Jombang Capai Rp12,7 Juta, Sarankan Cicil |
![]() |
---|
Bingungnya Penjual Gorengan di Jombang Terima Tagihan Listrik Rp12,7 Juta: Saya Bayar Pakai Apa ? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.