Berita Ogan Ilir

Warga Tagih Janji Untuk Perbaikan jalan Meranjat-Tanjung Batu di Ogan Ilir, Banyak Lubang Menganga

Setiap hari dia menempuh perjalanan menuju Meranjat maupun Tanjung Batu, dengan melewati jalan tersebut.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Agung Dwipayana
JALAN RUSAK - Kendaraan melintasi salah satu titik kerusakan jalan penghubung Meranjat dan Tanjung Batu dekat Simpang Tanjung Laut, Kamis (24/4/2025) petang. Warga menagih janji pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebu 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Warga mengeluhkan kondisi jalan penghubung wilayah Meranjat dan Tanjung Batu di Ogan Ilir yang terdapat banyak kerusakan.

Menurut warga, sepanjang kurang lebih 17 kilometer jalan tersebut terdapat belasan titik kerusakan di mana tiga diantaranya tergolong sangat parah.

Pantauan di lapangan, titik kerusakan jalan ada di Desa Meranjat 1, Simpang Tapa, dekat Simpang Tanjung Laut, dekat Simpang Tanjung Pinang hingga Kelurahan Tanjung Batu.

Saat musim hujan, lubang menganga di jalan tersebut tergenang air.

"Jalan kita ini mirip kubangan kalau musim hujan dan sangat berdebu di musim kemarau," tutur seorang warga bernama Muhid Ansori, Kamis (24/4/2025).

Muhid sehari-hari bekerja sebagai penjual sayur dan buah.

Setiap hari dia menempuh perjalanan menuju Meranjat maupun Tanjung Batu, dengan melewati jalan tersebut.

Menurut Ansori, hingga saat ini belum ada tanda-tanda jalan akan diperbaiki.

Padahal ruas jalan provinsi tersebut merupakan urat nadi perekonomian warga.

"Terakhir kali peningkatan jalan seingat saya tahun 2011. Pernah juga diperbaiki tambal sulam, tapi sudah lama sekali," ungkap Ansori

Wargapun menagih janji pemerintah yang kabarnya akan memperbaiki jalan penghubung Meranjat dan Tanjung Batu setelah Lebaran Idul Fitri 2025.

"Tolong diberitakan. Katanya mau diperbaiki setelah Lebaran (Idul Fitri)," kata Ansori.

Sementara rekan Ansori sesama pedagang mengaku mengalami kerugian akibat kerusakan jalan ini.

Pedagang bernama Usman Kabir itu mengaku suatu malam saat pulang berjualan dari Tanjung Batu, kendaraan roda duanya menghantam lubang.

"Waktu itu malam-malam karena memang minim penerangan di jalan, motor saya menghantam lubang," ungkap Usman.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved