PPDS Unsri Dianiaya Konsulen
Sosok YS Oknum Konsulen RSMH Tendang Alat Vital PPDS Unsri, Pernah 2 Kali Disanksi Karena Kekerasan
Sosok YS oknum dokter konsulen Rumah Sakit Umum Pusat Muhammad Hoesin Palembang yang tendang PPDS Unsri ternyata pernah 2 kali disanksi.
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sosok YS oknum dokter konsulen Rumah Sakit Umum Pusat Muhammad Hoesin Palembang yang melakukan terhadap seorang PPDS Unsri di RSMH ternyata pernah 2 kali mendapat sanksi karena kasus kekerasan.
Sebelum melakukan tindak kekerasan terhadap S, dokter PPDS Universitas Sriwijaya diketahui telah beberapa kali tindakan yang sama baik kekerasan secara fisik dan perundungan secara verbal.
Hal ini disampaikan Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Pusat Muhammad Hoesin dr Siti Khalimah, saat jumpa pers dengan awak media, Rabu (23/4/2025).
Berdasarkan catatan dan investigasi yang sudah dilakukan pihak RSMH, dr Ys melakukan kekerasan pada tahun 2019 dan tahun 2023.
"Saya jelaskan ada beberapa kejadian pernah dilakukan dr Ys, di tahun 2019 oknum konsulen ini melakukan pelanggaran kode etik akademik kepada PPDS. Adapun sanksi yang diberikan kala itu yakni beliau dilarang mengajar selama 2 tahun," ujar dr Siti Khalimah di hadapan awak media.
Baca juga: Status Dosen Klinis Dokter Konsulen RSMH Palembang Terancam Dicabut Usai Tendang Alat Vital PPDS
Baca juga: BREAKING NEWS: Oknum Dokter Konsulen RSMH Tendang Alat Vital PPDS Hingga Pendarahan Dinonaktifkan
Kemudian setelah kembali aktif mengajar, di tahun 2023 dr Ys juga pernah menerima sanksi disiplin dari RSMH.
Dari hasil penelusuran oknum konsulen tersebut melakukan perundungan secara fisik dan verbal.
"Tahun 2023 kami sendiri pernah berikan sanksi disiplin kepada yang bersangkutan. Hasil penelusuran konsulen tersebut melakukan 3 jenis perundungan yakni secara verbal dengan berkata kasar, fisik, melempar, dan tempeleng sampai PPDS tidak mau bertemu," katanya.
Oknum dokter tersebut sudah bertugas di RSMH sejak tahun 2001, dr Ys adalah konsulen aktif di KSM Anestesiologi & Terapi Intensif.
Siti Khalimah juga menegaskan kalau tindakan perundungan tersebut bukan mencerminkan pengajaran di RSMH.
"Tindakan perundungan yang terjadi bersifat personal, bukan merupakan cerminan budaya pengajaran di Program PPDS Anestesi FK UNSRI RSMH Palembang," katanya.
Dia menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi internal, konsulen tersebut dikenal sebagai pengajar yang menuntut peserta didik memiliki kompetensi tinggi dalam menangani pasien.
"Namun, pendekatan yang digunakan tidak tepat. Konsulen bersangkutan menunjukkan sikap emosional dan mudah marah, yang kemudian memicu terjadinya tindakan perundungan. Terlepas dari niat mendidik, tindakan emosional dan kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apapun," tandasnya.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
Kata IDI Sumsel Setelah Ramai yang Bersuara Pasca Kasus Perudungan yang Dialami PPDS Unsri |
![]() |
---|
Hasil Investigasi Kelar, Ternyata Ada 7 PPDS Jadi Korban Bullying Ys, Dokter Konsulen RSMH Palembang |
![]() |
---|
Status Dosen Klinis Dokter Konsulen RSMH Palembang Terancam Dicabut Usai Tendang Alat Vital PPDS |
![]() |
---|
Tabiat YS, Dokter Konsulen RSMH Tendang Alat Vital PPDS Unsri: Emosional, Tak Segan Lakukan Bullying |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Oknum Dokter Konsulen RSMH Tendang Alat Vital PPDS Hingga Pendarahan Dinonaktifkan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.