Berita Palembang

Kisah Aprilya Lestari, Asal Palembang Berhasil Raih 2 Beasiswa ke Amerika, Sempat Berkali-kali Gagal

Aprilya Lestari wanita kelahiran Palembang 1996 berhasil meraih dua beasiswa ke Amerika. Aprilya sempat berkali-kali gagal mendapat beasiswa.

Dokumentasi Aprilya Lestari
KISAH INSPIRATIF -- Aprilya Lestari wanita kelahiran Palembang 1996 berhasil meraih dua beasiswa ke Amerika. Aprilya sempat berkali-kali gagal saat berupaya mendapat beasiswa. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Aprilya Lestari wanita kelahiran Palembang 3 April 1996 ini memiliki kisah yang inspiratif. 

Aprilya memiliki semangat juang yang tinggi, untuk bisa kuliah di Amerika Serikat. Bahkan ia sudah pernah merasakan lima kali gagal. 

"Saya pernah gagal lima kali dalam mendaftar beasiswa. Tapi saya percaya kegagalan bukan akhir, melainkan jalan menuju versi terbaik dari diri kita. Pada akhirnya saya mendapat dua beasiswa ke Amerika," kata Aprilya, Senin (21/4/2025). 

Wanita yang kini bekerja di PT Tempo Scan Pacific ini menceritakan, bahwa ia memilih kuliah ke Amerika, karena sistem pendidikan dan nilai-nilai kepemimpinan di sana sangat menginspirasi.

Maka ia ingin belajar langsung dari sumbernya dan membawa ilmu itu ke Indonesia. 

"Perjuangan saya untuk mendapatkan beasiswa ke Amerika tidak mudah. Saya melalui proses panjang, mulai dari riset program yang sesuai, menulis esai, hingga wawancara. Saya pernah gagal beberapa kali, tapi justru dari kegagalan itu saya belajar memperbaiki diri. Kunci utamanya adalah konsistensi, memperluas wawasan, dan terus belajar dari pengalaman orang lain," ungkapnya. 

Awardee of YSEALI Academic Fellowship 2022, University of Texas at Austin, Social Entrepreneurship and Economic Development menceritakan, bahwa sejak SMA ia bermimpi ingin ke Amerika.

Bahkan ketika SMA pernah apply beasiswa namun hanya menjadi kandidat cadangan. 

"Setelah lulus kuliah S1, ia mendapatkan kesempatan untuk mendirikan sebuah startup di bidang persampahan bernama iGoGreen. Itulah titik balik di mana saya belajar mengenal diri sendiri dan mengenal bagaimana bekerjasama dengan orang lain," ungkapnya. 

Ketika itu, ia apply beberapa beasiswa untuk pitching ke luar negeri dengan project iGoGreen, dari project tersebut ia berusaha mencari tau program apa saja yang dapat membantunya mendapatkan funding dan grants.

"Ketika apply beasiswa bernama YSEALI, saya selalu mencapai titik interview dan setelah itu gagal. Di situ saya pernah patah semangat. Lalu saya mengingat kembali tujuan saya, saya selalu berusaha mengupgrade diri, belajar menulis esay, belajar bahasa Inggris, meminta feedback dari alumni, dan lain-lain," katanya. 

Lalu ketiga kalinya apply beasiswa, tetap gagal. Namun Tuhan punya cara lain.

Di London United Kingdom, ia terpilih sebagai flag bearer atau pembawa bendera Indonesia pada saat opening ceremony yang mengundangan 2000 delegasi dari 200 negara. 

"Di situ saya berkesempatan bertemu dengan penulis buku harry potter JK Rowling dan Meghan Markle. Ketika saya di London, saya menerima email interview untuk beasiswa YSEALI ke Amerika (untuk percobaan ke 4 kalinya), saya melakukan proses interview di loby hotel pada saat itu waktu subuh di London dan pagi hari timezone Indonesia. Orang di hotel lalu lalang melihat saya interview dan sampai akhirnya saya lolos untuk berangkat ke Amerika," ungkapnya. 

Jadi Aprilya mendapat dua beasiswa, pertama adalah YSEALI Academic Fellowship berupa beasiswa fully funded dari pemerintah Amerika kepada anak muda dari negara ASEAN -  YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative) yang didukung oleh pemerintah Amerika Serikat di tahun 2022. Program ini fokus pada pengembangan kepemimpinan dan isu-isu sosial di Asia Tenggara.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved