Idul Fitri 2025
Warga Lubuklinggau Resah, Harga Kelapa dan Daging Melambung Tinggi Jelang Idul Fitri 2025
Salah satunya yang paling dikeluhkan masyarakat yakni harga daging sapi dan harga santan kelapa.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Slamet Teguh
Laporan wartawan Tribun Sumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM. LUBUKLINGGAU - H-1 menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025, harga bahan pangan melonjak tajam di Kota Lubuklinggau Sumsel.
Salah satunya yang paling dikeluhkan masyarakat yakni harga daging sapi dan harga santan kelapa.
Harga kedua komoditi itu meroket tajam.
Pantauan di Pasar Inpres Kota Lubuklinggau daging sapi dan santan menjadi salah satu komoditas yang paling dicari menjelang Lebaran terutama untuk hidangan khas Lebaran seperti rendang.
Namun mahalnya harga daging dan santan kini melonjak, membuat banyak pembeli berpikir ulang sebelum membelinya.
“Daging sekarang sekilo (Kg) Rp 160 ribu, biasanya Rp 130 ribu, sementara santan Rp.60 ribu," ungkap Rina salah satu masyarakat yang belanja di Pasar Inpres Lubuklinggau, Minggu (30/3/2025)..
Rina mengaku bingung untuk membuat bumbu racikan rendang yang biasanya disantap setiap Lebaran Idul Fitri.
Harga daging naik drastis, ditambah harga santan naik dua kali lipat, tahun lalu meski daging mahal santan murah hanya Rp.30 ribu per kilogram.
Menurut ibu dua anak ini terpaksa mengurangi belanja karena rendang merupakan bahan pokok yang selalu wajib ada setiap lebaran.
Ditambah untuk membuat rendang tidak cukup menggunakan 1 Kg santan melainkan harus menggunakan banyak santan kelapa.
"Kalau mau santan kemasan jauh lebih mahal lagi, terpaksa mau tidak mau harus kita beli, meksi mahal walau dikurangi, biasanya buat rendang 3 Kg sekarang 1,5 kilogram saja," ujarnya.
Baca juga: Harga Sembako di Pasar Pulau Mas Empat Lawang Jelang Lebaran 2025, Daging ayam Rp 32,6 ribu per Kg
Baca juga: Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi di Pasar B Srikaton Musi Rawas Naik Jadi Rp 150 Ribu Perkilo
Sebelumnya, Edo salah satu pedagang santan mengaku kenaikan santan sudah mulai terjadi sebelum Ramadan 1446 Hijriah.
Menurutnya kenaikan harga santan terjadi akibat langkanya komoditas kelapa tua.
"Karena untuk bahan baku kelapa tua sulit didapat dan permintaan tinggi saat Ramadan dan menjelang Lebaran ini," bebernya.
Edo menyebut untuk saat ini untuk harga santan murni belum ada penurunan harga sejak awal Ramadan, dan tembus di angka Rp 70 ribu per kilogram.
Angka tersebut tentunya sangat jauh di atas normal yang biasanya berkisar Rp.30- 35 ribu per kilogram.
Sedangkan untuk harga kelapa tua per butir yang dijualnya diangka Rp.17 ribu.
Padahal sebelum terjadi kelangkaan harga kelapa per butir diangka Rp.10 ribu- Rp.13 ribu.
"Tapi walau mahal masyarakat membeli santan masih ramai, karena mungkin Ramadhan dan jelang Lebaran Idul Fitri," ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Lubuklinggau, Meidhioline mengaku bila kelapa merupakan komoditi bukan berasal dari Lubuklinggau.
"Memang naik karena untuk santan kelapanya bukan dari Linggau, tapi luar kota pedagang dapatnya," ujarnya singkat.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
KAI Divre III Palembang Layani 82.532 Penumpang Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025 |
![]() |
---|
Kumpulan Ucapan Halal Bihalal Idul Fitri 2025 dalam Bahasa Arab untuk Caption di Medsos |
![]() |
---|
29 Contoh Ucapan Halal Bihalal Idul Fitri 2025 yang Benar dan Berkesan untuk Acara di Kantor/Sekolah |
![]() |
---|
5 Contoh Ikrar Halal Bihalal Siswa Kepada Guru Singkat dan Berkesan |
![]() |
---|
Sudah H+8 Lebaran, Penumpang Bus di Desa Celikah OKI Masih Ramai, Harga Tiket Turun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.