Ojol Tewas Terbungkus Tikar di Bekasi

Tampang HJ, Pembunuh Ojol Mayat Terbungkus Tikar di Bekasi, Ternyata Ingin Kuasai Harta Korban

Inilah tampang HJ (43), pelaku pembunuhan terhadap driver ojek online (ojol) di Bekasi, ternyata teman SD korban.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
TAMPANG PELAKU BUNUH OJOL DI BEKASI - Pria berinisial HJ (43), pelaku pembunuhan terhadap driver ojek online (ojol) yang mayatnya ditemukan terbungkus tikar di Bekasi. Pembunuh driver ojol di Bekasi sempat berusaha menghilangkan barang bukti. Tas dan ponsel korban dibuang ke sungai. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Inilah tampang HJ (43), pelaku pembunuhan terhadap driver ojek online (ojol) di Bekasi, ternyata teman SD korban.

Pelaku merupakan teman SD korban yang sempat menginap di rumah MAW selama beberapa hari sejak 17 Februari 2025.

Penangkapan pelaku pembunuhan dilakukan oleh tim gabungan dari Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Pelaku sempat berusaha menghilangkan barang bukti.

PELAKU PEMBUNUHAN OJOL DI BEKASI DITANGKAP - Polisi menangkap, HJ (43) pelaku pembunuhan terhadap seorang pria berinisial MAW (39) yang ditemukan tewas di dalam rumahnya di Jalan Nusa Penida 3, RT 005 RW 010, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Pelaku ternyata teman SD korban dan sempat menginap beberapa hari di rumah korban.
PELAKU PEMBUNUHAN OJOL DI BEKASI DITANGKAP - Polisi menangkap, HJ (43) pelaku pembunuhan terhadap seorang pria berinisial MAW (39) yang ditemukan tewas di dalam rumahnya di Jalan Nusa Penida 3, RT 005 RW 010, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Pelaku ternyata teman SD korban dan sempat menginap beberapa hari di rumah korban. (Wartakotalive.com/Ramadhan LQ)

Pelaku membuang handphone (HP) dan tas korban ke sungai di wilayah Aren Jaya setelah menghabisi nyawa korban.

Baca juga: Pelaku Bunuh Ojol Mayat Terbungkus Tikar di Bekasi Ditangkap, Teman SD, Menginap di Rumah Korban

Adapun kasus pembunuhan ini bermula ketika HJ menghubungi MAW pada Senin (17/2/2025) untuk meminta izin menginap di rumah korban selama beberapa hari. MAW pun membolehkan HJ menginap di rumahnya. 

"Karena lokasi tempat kerja pelaku sebagai sekuriti di sebuah mal itu dekat dengan rumah korban,” ujar Ade Ary.

Setiap hari, HJ selalu pulang lebih cepat dari MAW. Biasanya, MAW baru kembali ke rumah pukul 23.00 WIB.

Beberapa hari menginap di rumah MAW, pada Kamis (27/2/2025) pukul 23.30 WIB, HJ sempat terbangun dari tidurnya. 

Dia melihat korban sudah pulang dan sedang tidur beralaskan tikar di ruang tamu. 

Pada Jumat (28/2/2025) pukul 05.30 WIB, pelaku kembali terbangun dari tidur dan melihat korban masih terlelap dengan posisi miring ke arah kiri. 

"Timbul niat pelaku untuk mengambil motor, uang, dan handphone milik korban,” ujar Ade Ary.

Pelaku kemudian mengambil sebatang kayu di dapur. Dengan benda tumpul tersebut, HJ memukul kepala korban sebanyak enam kali hingga mengeluarkan darah.

"Lalu pelaku memukul satu kali pada bagian kanan perut korban ya. Setelah memastikan korban meninggal, pelaku memindahkan korban ke bagian belakang rumah dengan menutupnya dengan tikar dan kasur,” ungkap Ade Ary. 

Setelah itu, HJ meletakkan kayu kembali ke tempat semula dan mencuri ponsel, tas, serta sepeda motor milik korban. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved