Berita Universitas Kader Bangsa
Rektor UKB Palembang : Pemajuan Kebudayaan Mendukung Mutu Pendidikan Tinggi
Launching dan Road Show Cek Bagus dan Cek Ayu sebagai Duta Budaya Kota Palembang digelar di Audoturium Lanati 5 Universitas Kader Bangsa.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Launching dan Road Show Cek Bagus dan Cek Ayu sebagai Duta Budaya Kota Palembang digelar di Audoturium Lanati 5 Universitas Kader Bangsa Palembang, Kamis, (27/2/2025).
Hadir dalam acara tersebut Rektor Universitas Kader Bangsa Palembang Dr. Fika Minata Wathan, M.Kes., Wakil Rektor I UKB Dr. Hendra Sudrajat, S.H., M.H., Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Palembang Septa Marus, S.H., M.H., Budayawan Kota Palembang K.M. Ali Hanafiah, beserta seluruh pengurus Cek Bagus dan Cek Ayu Kota Palembang dan Calon Peserta Cek Ayu dan Cek Bagus.
Rektor Universitas Kader Bangsa Palembang Dr. Fika Minata Wathan, M.Kes. menyampaikan bahwa Universitas Kader Bangsa memiliki peran strategis dalam pemajuan kebudayaan.
"Kami tidak hanya bertanggung jawab mencetak generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pelestarian budaya sebagai identitas bangsa, apalagi Universitas Kader Bangsa menggunakan kata Kader Bangsa yang memiliki dimensi kebangsaan yang memajukan kebudayaan," ujarnya.
Lanjut dikatakan, dalam konteks ini, peran perguruan tinggi sangat diperlukan untuk memastikan bahwa kebudayaan tidak hanya menjadi warisan, tetapi juga terus berkembang dan beradaptasi dengan dinamika zaman.
Lebih lanjut Doktor S3 Alumni Universitas Indonesia ini, mengatakan bahwa Universitas Kader Bangsa terus bertransformasi menuju kampus yang unggul.
Apalagi setelah menyandang status aktif dalam menerima mahasiswa baru, yudisium dan wisuda, sehingga Universitas kader Bangsa dalam Pemajuan Kebudayaan terus mendorong integrasi kebudayaan dalam kurikulum akademik, baik melalui mata kuliah, penelitian, maupun kegiatan ekstrakurikuler yang berbasis kearifan lokal.
"Dan bilamana memungkinkan kami akan mengkaji pendirian Fakultas Ilmu Budaya, sebagai wadah akademik yang akan menjadi pusat studi kebudayaan, sastra, seni, serta tradisi lokal, khususnya kebudayaan Palembang dan Sumatera Selatan," ujarnya.
"Karena mengingat posisi dan lokasi Universitas Kader Bangsa sangat dekat dengan Jembatan Ampera dan Sungai Musi dan identik dengan tema acara Launching dan Road Show Duta Budaya Dinas Kebudayaan Kota Palembang yakni the beaty of musi river yang diharapkan juga sebagai ajang promosi mahasiswa baru bagi Universitas Kader Bangsa yang memiliki 5 Fakultas, 1 Pascasarjana dengan 2 Prodi Magister Ilmu Hukum dan Magister Kesehatan Masyarakat," katanya menambahkan.
Selain itu Dalam rangka menjaga warisan budaya, Universitas Kader Bangsa berkomitmen untuk mendukung penelitian dan dokumentasi budaya, mulai dari seni tradisional, sejarah lisan, hingga teknologi budaya lokal.
"Kami ingin memastikan bahwa kebudayaan tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan dengan pendekatan ilmiah sehingga dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Kami menyadari bahwa kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Oleh karena itu, Universitas Kader Bangsa terus menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas budaya, serta industri kreatif dalam mengembangkan program-program berbasis kebudayaan. Kegiatan seperti seminar, festival budaya, pelatihan seni, hingga program pengabdian masyarakat berbasis kebudayaan menjadi bagian dari komitmen kami untuk berkontribusi langsung dalam pemajuan budaya lokal," katanya.
Lebih lanjut Dr. Fika menyatakan bahwa Universitas Kader Bangsa berharap dapat menjadi pusat pengembangan kebudayaan yang aktif dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mengembangkannya agar tetap relevan di era modern.
"Saya juga ingin mengapresiasi para Calon Peserta pemilihan Cek Bagus dan Cek Ayu yang akan mengikuti proses seleksi pemilihan. Kalian adalah simbol kebanggaan Kota Palembang, yang membawa misi penting dalam mempromosikan budaya lokal. Jadilah duta yang inspiratif, kreatif, dan berintegritas dalam memperkenalkan kebudayaan kita ke kancah nasional dan internasional," ungkapnya.
Sementara Wakil Rektor I Universitas Kader Bangsa Dr. Hendra Sudrajat, S.H., M.H.,Adv. menyampaikan sambutan dalam kapasitas sebagai Wakil Ketua Tim Penyusunan Perda Pemajuan Kebudayaan menyampaikan bahwa sebagai kota yang kaya akan sejarah dan budaya, Palembang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan yang telah diwariskan oleh leluhur kita.
Sungai Musi, yang menjadi ikon dan sumber kehidupan masyarakat Palembang, bukan hanya sekadar bentangan air, tetapi juga saksi bisu perjalanan panjang peradaban kota ini.
"Tema "The Beauty of Musi River" sangat relevan dengan upaya kita dalam memajukan kebudayaan, karena Sungai Musi adalah pusat dari aktivitas sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Palembang sejak zaman Kerajaan Sriwijaya hingga saat ini," ujarnya.
Oleh karena itu, kebudayaan Palembang yang berakar pada nilai-nilai luhur harus tetap kita pertahankan dan terus dikembangkan agar semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Lebih lanjut pengusul dan Pengagas identitas kota Palembang sebagai kota jelajah sungai ini, mengatakan bahwa Sungai Musi bukan hanya sekadar bentangan air yang membelah Kota Palembang, tetapi juga menjadi sumber kehidupan, identitas budaya, dan ikon sejarah yang telah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya.
Dengan konsep Palembang sebagai Kota Jelajah Sungai, Sungai Musi harus tetap dilestarikan agar dapat terus menjadi daya tarik wisata, pusat aktivitas masyarakat, dan simbol kebanggaan daerah.
Duta Budaya dapat menjadi agen perubahan dalam mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap Sungai Musi, baik dalam aspek pelestarian lingkungan maupun pemanfaatannya sebagai destinasi wisata budaya.
Gerakan edukasi dengan mempromosikan pariwisata berbasis sungai, melestarikan kearifan lokal dan tradisi sungai musi, menginisiasi gerakan kebersihan dan pelestarian lingkungan sungai, menjadikan sungai musi sebagai pusat kegiatan budaya modern.
Ahli Hukum UKB ini memaparkan pentingnya peraturan daerah pemajuan kebudayaan Kota Palembang karena memiliki landasan hukum yang kuat dalam mengatur, melindungi, serta memajukan kebudayaan di Kota Palembang dengan menegmbangkan dan memperkuat pelestarian budaya, penguatan peran pemerhati dan penggiat budaya, pendidikan dan kesadaran budata serta pemanfaatan teknologi dalam promisi budaya.
Sehingga Dr. Hendra mengajak masyarakat Kota Palembang termasuk akademisi, pelaku usaha, serta pemerintah untuk berperan aktif dalam mendukung program pemajuan kebudayaan, termasuk melalui ajang-ajang seperti Duta Budaya Cek Bagus dan Cek Ayu.
Sambutan berikutnya dari Septa Marus, S.H., M.H. mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Kader Bangsa Palembang Dr. Fika Minata Wathan, M.Kes. yang telah menfasilitasi tempat kegiatan Launching dan Road Show Duta Budaya Dinas Kebudayaan Kota Palembang.
"Karena ini sangat mendukung pemerintah kota Palembang dalam pemajuan kebudayaan, dan menyambut baik terhadap perencanaan UKB untuk membuat Fakultas Ilmu Budaya, dengan pertimbangan Kota Palembang sebagai Kota tertua di Indonesia yang memiliki jejak sejarah dan budaya yang bertebaran di berbagai penjuru kota. Sehingga perlunya Prodi arkeologi, antropologi budaya, ilmu budaya yang dapat menunjang sumber daya manusia kebudayaan. Karena di pemerintahan sangat membutuhkan banyak sumber daya atau sarjana yang bergerak di kebudayaaan seperti salah satunya adalah pamong Budaya," ujarnya.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
UKB Palembang Audiensi dengan Kakanwil Kemenkum Sumsel, Bahas Posbakum |
![]() |
---|
UKB Audiensi ke Pemkab Muara Enim, Bahas MoU, PKS Hingga Dukungan Program KIP Kuliah |
![]() |
---|
12 Mahasiswa UKB Palembang Lakukan Studi Risiko Kesehatan Lingkungan |
![]() |
---|
Penjelasan Rektor UKB Terkait Tindaklanjut Pembatalan Ijazah Magister Kesehatan |
![]() |
---|
Penjelasan UKB Terkait Pembatalan Ijazah Magister Kesehatan, Berawal dari Hasil Temuan EKPT |
![]() |
---|