Mayat Dalam Karung di Tanah Datar

Dikira Cuma Iseng, Siswi MTs di Tanah Datar Sempat Curhat Akan Dibunuh ke Ibu, Kini Tewas

Sebelum ditemukan tewas,  korban sempat curhat kepada ibunya bahwa dirinya menerima pesan ancaman akan dibunuh pelaku. Sang ibu justru mengira iseng

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNPADANG.COM/ARIF RAMANDA KURNIA
MAYAT DALAM KARUNG: Polres Tanah Datar mengadakan konferensi pers di Mapolres Tanah Datar terkait pengungkapan kasus mayat dalam karung Kamis (27/2/2025).  

"Ibu mana yang rela melihat anak gadisnya mati dalam keadaan terbunuh," sambungnya.

Liza berharap agar para pelaku bisa dihukum dengan seberat-beratnya.
"Kalau bisa mereka itu dihukum seberat-beratnya, kalau bisa nyawa dibalas nyawa," tegasnya.

Liza juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh jajaran Kepolisian serta yang turut serta dalam membantu menangkap pelaku pembunuhan anaknya.

"Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh polisi yang telah membantu dan semua orang yang telah membantu menangkap pelaku, semoga ini bisa menjadi amal ibadah bagi semuanya," pungkasnya.

Baca juga: Kejamnya Noval Pelaku Utama Bunuh Siswi MTs Mayat Dalam Karung di Tanah Datar, Cekik Hingga Tewas 

 

Berawal Dari Prank dan Blokir Nomor Handphone

Peristiwa pembunuhan siswi MTs berinisial CNS dipicu rasa sakit Noval terhadap korban.
Pelaku Noval mengaku dirinya sempat di prank korban. 

Menurut pengakuan Noval kepada polisi, korban sempat menghubunginya menggunakan nomor lain dan mengaku sebagai wanita lain.

Setelah percakapan tersebut, Noval pun berniat menemui wanita yang mengaku asal Lubuk Buaya, Kota Padang.

Ketika pelaku Noval hendak berangkat menemui wanita tersebut, CNS pun kemudian mengaku bila itu dirinya.

Dari kejadian tersebut, pelaku Noval pun kesal.
Sakit hati pelaku Noval semakin memuncak saat nomornya ternyata diblokir CNS.
Karena sakit hati, muncul niat pelaku untuk membunuh korban.

Kronologis Pembunuhan Siswi MTs

Peristiwa pembunuhan terhadap CNS bermula saat Noval mengajak pelaku Bima bertemu pada Selasa (18/2/2025) sekira pukul 20.00 WIB.

Saat itu, Noval berjanji kepada Bima akan mempertemukannya dengan CNS.

Noval yang merupakan kenalan lama CNS memberikan nomor telepon korban kepada Bima untuk menjebak CNS.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved