Berita Nasional

Benarkah KIP Kuliah Dipangkas Akibat Efisiensi Anggaran ?, Ini Penegasan Kemendiktisaintek

Sekjen Kemendikti Saintek Togar M Simatupang mengungkapkan, anggaran kementerian untuk pembiayaan beasiswa seperti KIP Kuliah tidak dipangkas akibat

Editor: Weni Wahyuny
Tribunsumsel.com/Khoiril
EFISIENSI ANGGARAN DI KEMENDIKTISAINTEK - Ilustrasi mahasiswa. Beredar isu beasiswa, salah satunya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dipangkas akibat efisiensi anggaran di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Sekjen Kemendikti Saintek Togar M Simatupang mengungkapkan, anggaran kementerian untuk pembiayaan beasiswa seperti KIP Kuliah tidak dipangkas akibat efisiensi.  

Meski menerapkan efisiensi anggaran, Kemendikti Saintek diminta tetap menjaga mutu layanan publik dan mempertahankan momentum program yang sedang berjalan. 

"Syukurlah sudah terjadi konvergensi pemahaman bahwa belanja sosial dalam hal ini adalah beasiswa yang jenisnya beragam tidak mengalami atau dikecualikan dari program efisiensi," tegas Togar. 

Efisiensi anggaran Kemendikti Saintek 

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro menuturkan, Kemendikti Saintek diminta melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp 14,3 triliun dari pagu awal Rp 56,607 triliun. 

Dari pagu awal tersebut, terdapat Rp 14,698 triliun biaya bantuan sosial seperti beasiswa KIP Kuliah

Namun, bantuan itu terancam efisiensi sebesar Rp 1,319 triliun. 

"Kami menyisir anggaran antara pagu awal, efisiensi yang diminta, serta usulan kami untuk mempertahankan kinerja kementerian," katanya, diberitakan Kompas.com, Rabu (12/2/2025). 

Menurut Satryo, program prioritas Kemendikti Saintek seharusnya tidak terdampak efisiensi anggaran. 

Program tersebut seperti beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), serta beasiswa bagi dosen dan mahasiswa dalam maupun luar negeri. 

Pihaknya pun mengusulkan anggaran Kemendikti Saintek hanya dipotong sebesar Rp 6,78 triliun agar tetap mempertahankan sejumlah program prioritas. 

"Kami usulkan kembali supaya tetap pada pagu semula, yaitu Rp 14,698 triliun (biaya bantuan sosial), karena ini termasuk kategori yang tidak kena efisiensi,” lanjut dia. 

Satryo menambahkan, Kemendikti Saintek akan fokus melakukan efisiensi anggaran belanja perjalanan dinas, belanja barang, dan belanja modal yang tidak bersifat mendesak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beredar Kabar KIP Kuliah Kena Pangkas akibat Efisiensi, Kemendikti: Anggaran Beasiswa Aman"

Baca berita lainnya di Google News

Bergabung dan baca berita menarik lainnya di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved