Berita Viral

Pengakuan Ibu Valyano Siswa SPN Dipecat Gegara Disebut Idap NPD, Pernah Depresi Dikeluarkan dari TNI

Veronica Putri Amalia, ibunda Valyano Boni Raphael, siswa Bintara Sekolah Polisi Negara (SPN) keberatan putranya dikeluarkan karena disebut idap NPD

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Youtube TVR parlemen
SISWA SPN DISEBUT NPD- (kiri) Valyano Boni Raphael, siswa Bintara Sekolah Polisi Negara (SPN) yang dipecat karena disebut NPD saat Rapat bersama Anggota Komisi III DPR RI (31/1/2025). (kanan) Veronica Putri Amalia, ibunda Valyano Boni Raphael, siswa Bintara Sekolah Polisi Negara (SPN) keberatan putranya dikeluarkan karena disebut idap NPD 

TRIBUNSUMSEL.COM -  Veronica Putri Amalia, ibunda Valyano Boni Raphael, siswa Bintara Sekolah Polisi Negara (SPN) angkat bicara terkait putranya dikeluarkan karena disebut mengalami Narcissistic Personality Disorder (NPD).

Kasus ini sudah sampai tahap rapat dengar pendapat umum bersama Anggota Komisi III DPR RI.  

Polwan Ipda Ferren Azzahra Putri menjelaskan bahwa Valyano Boni Raphael memenuhi 3 dari 9 kriteria pengidap NPD.

Baca juga: 5 Fakta Siswa SPN Dikeluarkan Jelang Pelantikan Gegara Disebut Idap NPD, Polda Jabar Ungkap 2 Alasan

Selain itu, Valyano Boni Raphael dinilai sudah berbohong lantaran dia tidak mengaku pernah mengikuti pendidikan militer saat penelusuran mental kepribadian (PMK).

Terkait hal tersebut, Veronica Putri Amalia mengakui anaknya memang pernah dikeluarkan dari TNI AL pada tahun 2023.

Ia mengungkap saat itu anaknya memang mengalami depresi.

"Status anak kami dikeluarkan dari TNI betul depresi karena saya yang memaksa anak kami waktu masuk TNI, jadi tidak sesuai hati nurani karena dia ingin masuk polisi," katanya.

Menurutnya Valyano Boni Raphael gagal lolos polisi karena buta warna.

"Anak kami tidak bisa masuk polisi karena anak kami buta warna parsial dan bisa masuk TNI dengan jalur menembak. Depresinya anak kami karena memamg tidak sesuai dengan keinginan hati nuraninya dia," katanya.

Ia tidak terima bila Valyano Boni Raphael disebut mengalami depresi selama menjalani pendidikan di SPN Polda Jabar.

"Kalau saya, dikatakan anak saya depresi di SPN, saya rasa tidak mungkin karena itu cita-citanya di polisi atas kehendak dia," katanya.

Baca juga: Sosok Ipda Ferren Azzahra yang Sebut Siswa SPN Polda Jabar Alami NPD, Polwan Lulusan Psikologi

Sebelumnya, Kepala SPN Polda Jabar Kombes Dede Yudi Ferdiansyah menjelaskan Valyano Boni Raphael dikeluarkan karena dua alasan.

Valyano Boni Raphael dikeluarkan karena terindikasi mengidap sakit.

Valyano Boni Raphael ternyata pernah mengikuti pendidikan Kodiklat TNI AL tahun 2023 lalu.

Kedua, karena tidak mengikuti jam pelajaran lebih dari ketentuan SPN Polda Jabar.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved