Berita Nasional
Mendiktisaintek Satryo Perpanjang Finalisasi Penginputan PDSS Sampai Besok Sabtu 8 Februari 2025
Merespon banyaknya sekolah mengalami keterlambatan finalisasi pengiputan Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk mengikuti S
Pejabat Gubernur Kalbar, Harisson, mengungkapkan hal tersebut dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (6/2/2025).
"Alhamdulillah 106 orang siswa akan difinalisasi atau disetujui oleh Kemendikti untuk PDSS sehingga siswa dapat mengikuti SNBP," kata Harisson, Kamis, 6 Februari 2025.
"Sedangkan, ada 7 siswa lain yang tidak lengkap datanya masih diperjuangkan,” kata Harisson.
Harisson juga menjelaskan bahwa Pemprov Kalbar telah menyurati Menteri Pendidikan Tinggi serta mengutus Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar untuk segera menyelesaikan masalah ini di Jakarta.
Atas kelalaian yang terjadi ini yang mengakibatkan anak-anak terancam tak bisa mengikuti Jalur SNBP, Pj Gubernur Kalbar akan melakukan proses hukuman disiplin kepada kepala sekolah SMA SMK, guru operator atau siapapun yang terbukti lalai dalam menyelesaikan proses penyelesaian entry data sampai finalisasi nilai pada aplikasi PDSS.
“Untuk Sekolah Madrasah Aliyah (MA), saya akan berkoordinasi dengan Kanwil Depag Kalbar untuk melakukan pembinaan terhadap MA ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, ratusan pelajar SMAN 1 Mempawah menggelar aksi demonstrasi menuntut sekolah bertanggung jawab terkait kelalaian dalam mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PPDS).
Seorang siswa, Muhammad Hafiz, mengungkapkan kekecewaan karena gagal mengikuti SNBP 2025 meskipun sudah mempersiapkan diri jauh hari.
“Dari semester 1 sampai lima untuk bisa lolos bersaing masuk ke Perguruan Tinggi Negeri, melalui jalur beasiswa atau prestasi, sehingga tak mengeluarkan biaya, namun semua sirna gara gara oknum guru yang tak bertanggung jawab,” ungkap Hafiz dalam video yang diunggahnya pada Selasa (4/2/2025).
Hafiz, yang sudah tidak memiliki orangtua, menambahkan bahwa kondisi ekonomi keluarganya yang menengah ke bawah membuat jalur prestasi menjadi satu-satunya harapan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Orangtua saya sudah meninggal dunia, hanya dengan cara inilah saya bisa kuliah,” ujarnya.
Menurut Hafiz, ada oknum guru yang diduga lalai atau bahkan sengaja tidak mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PPDS), dan ia berpendapat bahwa tindakan tersebut layak mendapat sanksi.
Saat itu, Wakil Kepala SMAN 1 Mempawah, Febrini, meminta maaf kepada seluruh pelajar dan orangtua murid atas kelalaian sekolah dalam mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Kelalaian itu menyebabkan ratusan siswa terancam tidak bisa mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 untuk masuk perguruan tinggi.
"Saya di sini memohon maaf kepada bapak ibu, semoga solusi yang diberikan sekolah bisa bermanfaat bagi siswa," ujar Febrini dalam keterangan video, Selasa (4/2/2025).
Mendiktisaintek Satryo Soemantri
Pengisian PDSS
Pendaftaran SNBP
Berita Nasional Terbaru
Mendiktisaintek Satryo
| Masih Ingat Kamaruddin Simanjuntak? Dulu Lantang Lawan Sambo, Penampilan Terbaru Jadi Sorotan |
|
|---|
| Nasib 237 Ribu Guru Non-ASN Ditengah Penghapusan Status Honorer, Pemerintah Jamin Tak Ada PHK Massal |
|
|---|
| Sosok 3 Pendaki Tewas Jadi Korban Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, 2 WNA Asal Singapura |
|
|---|
| Buntut Tragedi dr Myta Aprilia, Kemenkes Resmi Revisi Aturan Magang, Jam Kerja Kini Dibatasi |
|
|---|
| Sempat Buat Takut Trisha Sambo, Inilah Isi Surat Putri Candrawathi ke sang Anak Lulus Kedokteran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Mengulik-harta-kekayaan-Prof-Satryo-Soemantri-Brodjonegoro.jpg)