Aktor Sandy Permana Tewas Ditusuk

Ini Kata Polisi Soal Kepribadian Nanang Gimbal Pembunuh Aktor Sandy Permana Dikenal Pendiam

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra angkat bicara terkait kepribadian

Editor: Moch Krisna
(Sumber: KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
Nanang Irawan alias Nanang Gimbal (45), terduga pembunuh artis Sandy Permana saat tiba di Polda Metro, Rabu (15/1/2025). 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra angkat bicara terkait kepribadian dari Nanang Irawan alias Nanang Gimbal pelaku pembunuhan aktor sinetron 'Mak Lampir' Sandy Permana.

Adapun,berdasarkan keterangan para saksi, polisi mengatakan Nanang Irawan sebenarnya adalah sosok yang pendiam.

"Dari kita melaksanakan pendalaman terhadap keterangan warga sekitar, kita melakukan wawancara, untuk menggali keterangan. Kami dapatkan beberapa kesimpulan melalui analisis. Untuk si pelaku atau tersangka sebenarnya dikenal pendiam," kata Kombes Wira Satya Triputra, Kamis (16/1/2025) via Tribunnews.com.

Sebaliknya, sambung Wira, Nanang Gimbal menyebut Sandy Permana merupakan sosok yang temperamental.

"Sedangkan untuk si korban, menurut versi tersangka, dikenal agak temperamen, agak suka pemarah," ungkap dia.

Sandy Permana dan Nanang Gimbal
Sandy Permana dan Nanang Gimbal (youTube Kompas TV dan ig/sandhypermana30)

Nanang dan Sandy sudah bertetangga sejak 2017 di Perumahan Umum (Perum) Cibarusah Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Selama bertetangga, hubungan antara tersangka dan korban tidak harmonis," kata Wira.

Perseteruan antara Nanang dan Sandy bermula saat korban hendak mengadakan pesta pernikahannya pada 2019.

Ketika itu Sandy menebang pohon di pekarangan rumah Nanang dengan tujuan untuk mendirikan tenda. Namun, penebangan pohon itu dilakukan tanpa seizin tersangka.

"Namun tersangka tidak menegur korban karena tersangka tahu korban sangat pemarah. Atas perbuatan korban tersebut, tersangka merasa sakit hati dan menyimpan dendam kepada korban," ujar Wira.

Setelah peristiwa tersebut, Nanang dan Sandy tidak pernah bertegur sapa satu sama lain. 

Pada 2020, Nanang menjual rumahnya yang berdekatan dengan kediaman Sandy. Nanang pindah ke blok lain, namun masih masih dalam satu perumahan yang sama dengan korban.

Perseteruan Nanang dan Sandy berlanjut pada Oktober 2024 saat rapat penurunan Ketua RT setempat yang diduga berselingkuh dengan warga sekitar.

Dalam rapat tersebut, Sandy terlibat cekcok mulut dengan istri Ketua RT. Saat itu, Nanang mencoba menegur Sandy.

"Tersangka menegur korban dengan kalimat 'nggak usah teriak-teriak, biasa aja'. Namun korban memelototi tersangka dan berkata kepada tersangka dengan kalimat 'lo bukan warga sini, nggak usah ikut-ikutan'," ungkap Wira.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved