Berita Viral

Curhat Dwi Karyawan yang Dianiaya Anak Bos Toko Roti, Ngaku Belum Terima Gaji, Tubuh Babak Belur

Dwi Ayu Darmawati (19), karyawati toko roti  Cakung Jawa Timur korban penganiayaan oleh anak bosnya George Sugama Halim (GSH) mengaku belum digaji

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
tribunjakarta.com/Bima Putera
Dwi Ayu Darmawati (19), karyawati toko roti  Cakung Jawa Timur korban penganiayaan oleh anak bosnya George Sugama Halim (GSH) mengaku belum digaji 

TRIBUNSUMSEL.COM- Dwi Ayu Darmawati (19), karyawati toko roti  Cakung Jawa Timur yang menjadi korban penganiayaan oleh anak bosnya George Sugama Halim (GSH) mengaku belum menerima gaji.

Dwi Ayu mengaku belum mendapatkan gajinya setelah dia keluar dari pekerjaan sebagai kasir di toko tersebut pada Oktober 2024 lalu.

Pilunya lagi akibat perbuatan anak bos tersebut, Dwi babak belur harus mengalami luka di kepala memar di tangan, kaki, paha, dan pinggang.

Baca juga: VIDEO Tampang George Anak Bos Toko Roti Ditangkap Aniaya Karyawati, Ahmad Sahroni: Gaya Lu Selangit

Korban dikabarkan mengalami trauma berat hingga enggan untuk kembali lagi ke tempat kerjanya itu.

"Gaji saya juga belum keluar. Gaji bulan Oktober belum dibayar," kata Dwi Ayu Darmawati saat dihubungi, Minggu (15/12/2024), dikutip dari Tribunjabar.com

Ia mengaku tidak mengetahui alasan mengapa gajinya belum dibayar oleh pihak toko tempatnya bekerja.

Dwi mengaku dirinya sempat diminta datang ke toko oleh bosnya untuk mengambil gaji yang menjadi haknya.

Namun, dia enggan datang karena takut terhadap GSH.

"Gaji saya enggak dikasih, disuruh transfer enggak mau. Malah saya disuruh datang ke toko. Saya enggak mau dateng karena takut ada anaknya (GSH) di toko," kata Dwi.

Dwi mengatakan, bukan hanya dia yang belum mendapatkan gajinya pasca-resign dari toko tersebut.

Baca juga: Ini Kata Polisi Terkait George Anak Bos Toko Roti di Cakung Ngaku Kebal Hukum, Sembunyi di Sukabumi

Dia mengatakan, ada tiga orang lainnya yang juga belum mendapatkan haknya dari toko tersebut.

Dwi yang sudah berhenti dari tempatnya bekerja hanya berharap pada Polres Metro Jakarta Timur agar mengusut kasus, dan pelaku mendapat efek jera atas perbuatan.

Kronologi

Peristiwa itu berawal ketika terduga pelaku meminta tolong kepada korban untuk mengantarkan makanan ke kamar pribadinya, namun korban menolaknya karena bukan pekerjaannya.

"Awalnya saya lagi kerja, terus dia (pelaku) datang dari luar, terus tiba-tiba dia pesan go food. Dia minta saya anterin pesanan pribadinya. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved