Berita Palembang

Mengenal Rumah Singgah Sriwijaya Palembang, Bantu Pasien Rujukan Daerah yang Perlu Tempat Tinggal

Rumah Singgah Sriwijaya, sama halnya rumah biasa yang memiliki fasilitas dapur, kasur, dan wifi.

Tayang:
Editor: Slamet Teguh
Sripoku.com/ Angga
Sejumlah Pasien dan Keluarganya yang Tinggal di Rumah Singgah Sriwijaya Palembang 

Laporan wartawan Sripoku.com, Angga

TRIBUNSUMSE;.COM, PALEMBANG – Rumah Singgah Sriwijaya, didirikan pada tahun 2023, dengan bertujuan untuk meringankan masyarakat, yang butuh tempat tinggal sementara, selama menjalani masa rujukan di rumah sakit Muhammad Hoesin Palembang.

Rumah Singgah Sriwijaya terletak di Jalan Baitullah no 70, kec. Ilir timur 3, kota Palembang, Sumsel.

Pemilik rumah singgah Sriwijaya adalah Kolonel Infantery Sumarlin Marzuki, yang dengan kerendahan hatinya membelikan rumah singgah untuk para pasien rumah sakit Muhammad Hoesin Palembang

Rumah Singgah diperuntukan bagi masyarakat daerah Sumsel, yang kurang mampu hingga tidak perlu pulang ke daerahnya untuk kembali berobat di rumah sakit Muhammad Hoesin Palembang.

Rumah Singgah Sriwijaya, sama halnya rumah biasa yang memiliki fasilitas dapur, kasur, dan wifi.

“Ada tempat masak, kipas, kasur, wifipun disediakan disini untuk mempermudah para pasien berhubungan dengan keluarganya, selain itu untuk listrik, PDAM, dan juga sembako di fasilitasi oleh bapak Sumarlin,” ungkap, Endang Sasi, selaku ketua Rumah Singgah Sriwijaya

Rumah Singgah Sriwijaya terbuka untuk semua kalangan, dan juga semua keluarga yang masuk sudah dianggap sebagai keluarganya.

“Jadi disini tidak kita batasi untuk pasien-pasiennya berbagai dari daerahpun kita bolehkan,” ungkap Endang Sasi, saat di jumpai di lokasi.

Di rumah singgah Sriwijaya ini, biasanya yang tinggal ia mereka yang mengalami penyakit sangat serius hingga beberapa kali harus kembali ke rumah sakit Muhammad Hoesin Palembang untuk melakukan pemeriksaan, seperti kanker, tumor tulang, tumor mata, tumor kaki, tumor paru, hingga kanker payudara.

“Yang tinggal disini ada yang sampai 9 bulan, 8 bulan tergantung dengan penyakit yang diderita, hingga dinyatakan sudah selesai pengobatannya dari rumah sakit Muhammad Hoesin Palembang,” ungkapnya.

Ada banyak pasien dari berbagai daerah yang tinggal di rumah singgah Sriwijaya ini mulai dari  Jambi, Bengkulu, Banyuasin, Lubuk Linggau, hingga Bangka, dan sudah menerima banyak masyarakat yang tinggal disini hingga 120 pasien.

Dalam pantauan Sripoku.com, rumah singgah Sriwijaya saat ini memiliki 2 unit rumah yang tidak terlalu besar ukurannya, dihuni oleh 10 pasien, ketika masuk kerumah ini, akan disambut dengan baik oleh para pasien dan juga keluarga pasien yang ikut tinggal di rumah ini untuk menemani.

Para pasien akan dianggap sebagai keluarga sendiri oleh para pasien, berbincang, di sapa hingga tertawa bersama, hingga seperti melupakan penyakit yang sedang di alami.

Tidak hanya berbincang, kegiatan memasak dilakukan secara bersama-sama, hingga dilakukan seperti keluarga di dalam satu rumah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved