Berita Palembang
BBM Non Subdidi Naik, Penjualan Mobil Listrik BYD di Palembang Naik Hingga 40 Persen
Penjualan mobil listrik BYD di Palembang naik hingga 40 persen setelah harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi naik.
Penulis: Hartati | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Penjualan mobil listrik BYD Arista naik hingga 40 persen
- Dampak kenaikan harga BBM non subsidi
- Konsumen beralih membeli mobil listrik karena hemat biaya operasional harian
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Penjualan mobil listrik BYD di Palembang naik hingga 40 persen setelah harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi naik.
Branch Manager BYD Arista Palembang, Supriyadi mengatakan peningkatan penjualan terjadi karena banyak masyarakat mulai beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke mobil listrik.
Menurutnya, kenaikan harga BBM non subsidi yang hampir mencapai dua kali lipat membuat masyarakat mempertimbangkan kendaraan listrik yang dinilai lebih hemat biaya operasional harian maupun biaya perawatan.
“Pasca kenaikan BBM awal April lalu, banyak konsumen datang ke showroom untuk berkonsultasi terkait pembelian mobil listrik,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Ia mencatat, pada April hingga Mei 2026, rata-rata sebanyak 7 hingga 10 konsumen per hari datang ke showroom untuk mencari informasi dan berkonsultasi mengenai mobil listrik BYD.
Selain biaya penggunaan yang lebih murah dibanding mobil konvensional, minat masyarakat juga didorong oleh layanan purna jual yang diberikan BYD.
“Pembelian mobil BYD sudah mendapat garansi baterai selama delapan tahun. Jika terjadi kerusakan akan diganti baru, ditambah servis dan layanan penjualan yang memadai,” katanya.
Ia menambahkan, harga mobil listrik BYD juga cukup terjangkau, mulai dari Rp211 juta untuk tipe BYD Atto 1 Dinamic dan BYD Atto 1 premium dibanderol mulai Rp 247 juta.
Baca juga: Harga Mobil BYD Sealion 7 OTR Palembang, Mulai dari Rp 645 juta, Nuansanya Mewah
Baca juga: Harga Mobil BYD M6 Standard dan Superior 7-Seater OTR Palembang, Mengutamakan Keamanan & Kenyamanan
Aman Lalui banjir
Supriyadi juga mengklaim mobil listrik ini dilengkapi teknologi IP67 yang unggul dari sisi instalasi listriknya sehingga tahan genangan banjir.
Ketahanan banjir ini sudah teruji dengan pengujian mobil terendam banjir hingga 30 menit lamanya.
"Mobil aman karena sistem kelistrikannya menggunakan water resisten yang baik sehingga lebih aman dari mobil konvensional saat melaju di tengah banjir," tambahnya.
Supriyadi mengatakan mobil listrik BYD ini aman melintas di genangan banjir setinggi hingga 1 meter atau asal tidak melebihi dashboard mobil saja.
Tapi memang lebih baik atau disarankan jangan menerobos banjir, namun jika memang tidak bisa dihindari tetap aman dan tidak akan terjadi korsleting listrik atau menyebabkan penumpang tersetrum saat melintas di genangan banjir.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Jual 250 Butir Pil Ekstasi ke Polisi, Pemuda di Palembang Kini Ditangkap Polisi, 4 Hari Diintai |
|
|---|
| Penjualan Tiket KAI Divre III Palembang Tembus 111 Persen Selama Libur Kenaikan Yesus Kristus |
|
|---|
| Terang-terangan Jual Narkoba ke Warga, Pria di Ogan Ilir Ditangkap Polisi, Sempat Buron 3 Bulan |
|
|---|
| Mobil Digelapkan Sepupu Sendiri, IRT di Palembang Lapor Polisi, Berawal Modus Pinjam |
|
|---|
| Tunggak Pajak Rp747 Miliar, Rekening 147 Wajib Pajak di Sumsel-Babel Resmi Diblokir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/BBM-Non-Subdidi-Naik-Penjualan-Mobil-Listrik-BYD-di-Palembang-Naik-Hingga-40-Persen.jpg)