Pemilihan Walikota Lubuklinggau 2024

Debat Pilkada Lubuklinggau, Rodi Wijaya Ajak Yoppy Karim Sepakat Tunjuk Pejabat Berdasar Pengalaman

Debat kedua calon Wali Kota Lubuklinggau, Sumsel yang digelar di Gedung Bagas Raya oleh KPU Lubuklinggau selesai digelar pada, Rabu (20/11/2024)

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Paslon Wali Kota nomor urut 01 H Rodi Wijaya dan Imam Senen saat debat terbuka di Gedung Bagas Raya, Rabu (20/11/2024). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis 


TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Debat kedua calon Wali Kota Lubuklinggau, Sumsel yang digelar di Gedung Bagas Raya oleh KPU Lubuklinggau selesai digelar pada, Rabu (20/11/2024) kemarin.

Kedua Paslon Calon Wali Kota Lubuklinggau yakni H Rachmat Hidayat (Yoppy Karim) dan H Rodi Wijaya sempat saling sindir. 

Bahkan Rodi menyebutkan pentingnya pengalaman termasuk dalam penentuan jabatan birokrasi.

Dalam sesi tanya jawab paslon 01 Rodi Wijaya menyampaikan banyak calon pemimpin yang hadir pada tahapan Pilkada dan mempunyai visi dan misi yang besar untuk mensejahterakan masyarakat.

Rodi bertanya kepada Paslon Yoppy Karim dan Rustam Effendi bagaimana pendapat keduanya dalam menghargai rekam jejak dan karir seseorang dalam proses kepemimpinan pemerintahan dan birokrasi, baik, dalam penentuan kepala dinas maupun jabatan lainnya.

Yoppy Karim pun menjawab, dalam menentukan jabatan harus secara profesional sesuai dengan tingkatannya bukan karena suka atau tidak sukanya.

"Karena kami sudah bertekad bersama pak Rustam pertama untuk melayani masyarakat, kedua mengelola pemerintahan yang baik, kedepan daripada itu kita untuk menaikan pejabat tidak melihat dari mana dia pendukung atau bukan," ujarnya. 

Sementara paslon wakil wali kota Rustam Effendi menambahkan akan menempatkan pejabat dan pegawai sesuai bidang keahlian sesuai pangkat dan lainnya sesuai diatur oleh undang-undang.

"Tadi sudah disampaikan bukan suka atau tidak suka. Penempatan pejabat ini sebagai penghargaan kepada PNS yang memang memiliki kemampuan untuk bisa menjalankan roda pemerintahan. Sehingga bisa apa yang diinginkan masyarakat terkabul dan tercapai bukan sebatas senang atau tidak senang," bebernya.

Paslon wali kota H Rodi Wijaya mengaku senang bila pasangan Yoppy Karim dan Rustam Effendi menghargai rekam jejak dan itu merupakan bagian yang terpenting dalam memberikan jabatan dalam satu orang kedepan.

"Kami menyadari seorang pemimpin saja harus menghargai apa yang dilakukan oleh bawahannya kepala dinas atau kepala OPD sesuai dengan kemampuannya," ujarnya.

Apalagi masyarakat Lubuklinggau ia yakin dan percaya akan kecerdasannya, apalagi ke depan pemimpin itu harus yang berpengalaman dan mempunyai rekam jejak yang jelas.

"Persepakatan seperti ini untuk menghargai. Seorang guru untuk menjadi kepala sekolah saja harus mempunyai rekam jejak yang tidak lepas begitu saja. Prestasi  yang mereka peroleh baik dari bidang akademik sebagai ASN adalah patokan yang harus kita berikan standar," tambahnya.

Kemudian paslon wakil wali kota Imam Senen menambahkan pemimpin ke depan juga harus melihat rekam jejaknya dan kedisiplinannya kemudian harus menghargai apa yang sudah dilakukan oleh bawahannya.

"Oleh karena itu kompetensi adalah meningkatkan daya saing," ungkapnya. 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved