Berita OKU Timur

Sederet Fasilitas Bandara Gatot Subroto Way Kanan Lampung, Hanya Berjarak 8 KM dari OKU Timur Sumsel

Bandara Gatot Subroto Way Kanan Lampung akan mulai beroperasi pada 13 November 2024, berikut ini sederet fasilitasnya.

Handout
Bandar Udara (Bandara) Gatot Subroto di Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung yang direncanakan mulai beroperasi pada 13 November 2024. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Bandar Udara (Bandara) Gatot Subroto di Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung segera beroperasi perdana yang rencananya pada 13 November 2024.

Radius pelayanan bandara pengumpan cukup besar, tergantung rute domestik yang dituju.

Namun radius jarak bandara Gatot Subroto dengan konsumen di beberapa kabupaten atau kota masih sangat ideal.

Pada radius 80 Km, Bandara Gatot Subroto mencakup semua pusat kegiatan kabupaten dengan waktu tempuh ideal. 

Paling cepat ditempuh dari 8 menit dari Martapura dan paling lama 3 jam dari Liwa.

Untuk jarak, dari Blambangan Umpu (Kabupaten Way Kanan) 32 Km 35 Menit.

Lalu antara bandara Gatot Subroto dari Kabupaten OKU Timur sejauh 8 KM, OKU Selatan sejauh 44 KM dan dari Kabupaten OKU sejauh 48 KM.

Baca juga: Bandara Gatot Subroto Way Kanan Lampung Buka Rute ke Halim Jakarta, Mulai Beroperasi 13 November

Selanjutnya dari Kabupaten Lampung Utara (Bukit Kemuning) : 60 Km (65 Menit), Kabupaten Lampung Barat (Liwa) 148 Km (3 Jam), Kabupaten Pesisir Barat : 178 Km (3,5 Jam).

Untuk diketahui, data umum atau fasilitas yang berada di Bandara Gatot Subroto Way Kanan.

Landas Pacu atau Runway ukuran 2.100 x 40 meter. Pelataran Pesawat atau Apron ukuran 200 meter x 100 meter.

Landas Hubung atau Taxiway ukuran 100 meter x 30 meter. Strip Landasan ukuran 2220 meter x 100 meter. 

Lalu terminal Gatot Subroto, tempat ibadah, power house, tower. Serta Perlengkapan Penerbangan seperti Catu Daya Listrik, AWOS, Wind Shock, RAPI, PAFI.

Sejarah singkat reaktivitasi bermula dari berdasarkan dari kesepakatan Gubernur pada Rakor Gubernur Se Wilayah SUMBAGSEL tanggal 15 Mei 2006.

Di mana salah satu butir Kesepakatan pengembangan Bandara Sipil di wilayah Sumbagsel.

Lalu upaya dilanjutkan olej Bupati Way Kanan Tamanuri 2005 – 2010. Kemudian Bustami Zinudin 2010 - 2015.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved