Pemilihan Walikota Lubuklinggau 2024

Debat Publik Pilkada Lubuklinggau 2024 Digelar, Sejumlah Wartawan Kecewa Karena Dilarang Masuk

Rudi salah satu wartawan di Kota Lubuklinggau mengaku sangat kecewa dengan proses pelaksanaan debat yang diselenggarakan oleh KPU Lubuklinggau.

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Eko Hepronis
Para pendukung paslon saat hendak masuk ke dalam gedung ruang debat publik pertama Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Lubuklinggau Tahun 2024. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Pelaksanaan debat publik pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lubuklinggau yang dilaksanakan KPU Kota Lubuklinggau di Gedung Bagas Raya menimbulkan kekecewaan di kalangan awak media, Rabu (30/10/2024) sore

Pasalnya pihaknya penyelenggara atau Event Organizer (EO) membatasi akses bagi awak media untuk melakukan peliputan saat proses acara berlangsung.

Selama debat berlangsung, awak media tidak diizinkan masuk ke dalam ruang debat kandidat dengan alasan harus menggunakan kartu yang telah diserahkan ke pendukung masing-masing.

Langkah ini menuai beragam respons dari sejumlah jurnalis, dan menyayangkan kebijakan yang dianggap menghambat proses peliputan di Kota Lubuklinggau.

Karena media mainstream yang biasa melakukan  peliputan di Kota Lubuklinggau tidak bisa masuk karena bukan tergabung dalam pendukung paslon.

Rudi salah satu wartawan di Kota Lubuklinggau mengaku sangat kecewa dengan proses pelaksanaan debat yang diselenggarakan oleh KPU Lubuklinggau.

"Harusnya KPU Lubuklinggau menyediakan id card langsung khusus media yang biasa melakukan peliputan di Kota Lubuklinggau, jangan menyerahkan dengan LO (Liaison Officer) paslon," ujar wartawan TV One ini pada wartawan.

Baca juga: Jadwal dan Tema Debat Perdana Pilkada Lubuklinggau 2024, Bagaimana Cara Memajukan Daerah

Baca juga: Jelang Debat Perdana Pilkada Lubuklinggau 2024, Kapolres Imbau Pendukung Paslon Tak Saling Provokasi

Menurutnya para wartawan yang selama ini melakukan peliputan di Kota Lubuklinggau khususnya media mainstream tidak tergabung dalam LO paslon atau pendukung paslon satu pihak.

"Karena wartawan ini independen tidak tergabung dengan paslon, harusnya jangan disamaratakan dengan media para paslon dan yang selalu mengiring paslon," ungkapnya.

Hal itu diperparah, KPU Lubuklinggau juga tidak menyediakan layar lebar diluar ruangan debat, sehingga masyarakat yang ingin menyaksikan debat kandidat di dalam ruangan.

"Harusnya disediakan layar, ditambah KPU Lubuklinggau ini tidak bekerjasama dengan media TV untuk proses penyiaran, KPU Lubuklinggau hanya mengandalkan media youtube KPU Lubuklinggau," ujarnya.

Sementara Ketua KPU Lubuklinggau Aspin Dodi saat dikonfirmasi nomor ponselnya tidak aktif atau tidak bisa dihubungi.

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved