Berita OKU Selatan
Pondok Warga Dibakar Oleh Oknum Tak Bertanggung Jawab, Massa Geruduk Kantor PT PML di OKU Selatan
Diungkapkannya, pembakaran pondok tersebut dilakukan oleh oknum KPM saat pendampingan petugas PT PML saat pengecekan area lahan.
Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Slamet Teguh
Laporan Wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah
TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA - Sekitar 50 warga dari Dusun VIII, Desa Tunas Jaya Kecamatan Buana Pemaca, Kabupaten OKU Selatan menggeruduk Kantor PT Paramitra Mulia Langgeng (PT PML).
Masyarakat berbondong-bondong mendatangi Kantor yang bergerak di bidang produksi kertas tersebut, lantaran adanya pengrusakan gubuk warga setempat yang diduga dilakukan oleh pihak PT PML dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPM).
Pantauan di lapangan, memang ladang warga berdekatan dengan lahan PT PML, sehingga warga yang terlanjur berang mempertanyakan kejelasan permasalahan yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat karena adanya pembakaran itu.
Tamrin, salah seorang tokoh masyarakat mengungkapkan warga kini sudah terlanjur terusik dengan tindakan pembakaran itu sehingga ia bersama puluhan warga mendatangi PT PML untuk meminta penjelasan dari pihak PT.
"Kami merasa terusik, karena ada pondok atau gubuk saudara kami yang dirusak dan dibakar oleh petugas, makanya kami kesini untuk mengetahui duduk permasalahannya," tegasnya.
Dituturkannya, selaku warga pribumi ia sudah tinggal bermukim dan membuka usaha bertani di wilayah Talang Sindang Palak, Dusun VIII, Desa Tunas Jaya ini sejak Tahun 1982 silam sementara PT PML baru berdiri sejak tahun 2009.
"Nah, pada Tahun 2009 ada PT. PML, namun kami tetap membuka kebun untuk memenuhi kebutuhan hidup, kami kesini untuk minta keadilan, ketenangan, kenyamanan dalam mencari nafkah,"bebernya.
Sementara kepala Desa, Tunas Jaya Sahroni yang ikut mendampingi para warga membenarkan pembakaran yang menurutnya dilakukan secara arogan, memberikan efek tidak nyaman bagi warga Desa Tunas Jaya.
Dirinya menyayangkan pihak terkait KPM tanpa adanya pemberitahuan sembrono melakukan pembakaran pondok warganya.
"Beberapa hari lalu, sangat disayangkan adanya peristiwa pembakaran pondok warga secara arogan, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu yang dilakukan oleh KPH sehingga warga merasa tidak nyaman, setidaknya ditegur terlebih dahulu," tegasnya.
Diungkapkannya, bahwa warga membuka lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup, untuk biaya anak sekolah, kalau pun mereka tidak membuka lahan ini maka mereka tidak ada tempat kerja lagi.
Baca juga: Bendungan Tiga Dihaji OKU Selatan Hampir Selesai, Pemkab Ajak Masyarakat Bahas Penyediaan Air Baku
Baca juga: Dipengaruhi Kualitas, Harga Kopi di OKU Selatan Kini Anjlok Hingga Rp 53 Ribu Perkilo
Sementara, General Manager (GM) PT. PML, Tribtanto didampingi Wakil Manajemen Batu Ramanda buka suara perihal pembakaran pondok yang merugikan warga Desa Tunas Jaya.
Tribtanto membantah bahwa pembakaran pondok warga oleh KPH atas perintah dari pihak PT. Paramitra Mulia Langgeng (PML), sehingga memicu kemarahan warga setempat.
Diungkapkannya, pembakaran pondok tersebut dilakukan oleh oknum KPM saat pendampingan petugas PT PML saat pengecekan area lahan.
Pemugaran Candi Jepara OKU Selatan Ditargetkan Selesai November 2025, Disiapkan Jadi Wisata Sejarah |
![]() |
---|
Pemkab OKU Selatan Matangkan Soal Kebijakan Tambahan Penghasilan Pegawai Bagi Para ASN |
![]() |
---|
Buat Masyarakat Resah, Pemuda di OKU Selatan DItangkap Polisi Karena Jadi Pengedar Sabu |
![]() |
---|
Penggerebekan di Pondok, Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Gunung Tiga OKU Selatan |
![]() |
---|
Bawa Kabur Kompor Hingga Ijazah, Pembobol Kontrakan Karyawan Swasta di OKU Selatan Ditangkap Polisi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.