Arti Kata

Arti Lucky Vicky, Istilah yang Disebut Anies Baswedan Viral di Media Sosial

Mengenal arti kata 'Lucky Vicky' yang viral di media sosial setelah Anies Baswedan membagikan cuitannya di X atau Twitter.

Editor: Abu Hurairah
X/Kolase Tribunsumsel
Mengenal arti kata 'Lucky Vicky' yang viral di media sosial setelah Anies Baswedan membagikan cuitannya di X atau Twitter. 

Lucky Vicky atau juga dikenal sebagai "Pola Pikir Jang Wonyoung" merupakan teknik pola pikir untuk melihat hal-hal positif meskipun berada dalam masalah, situasi negatif, atau kesialan.

Teknik pola pikir tersebut membantu seseorang menghadapi dan mengatasi masalah dengan lebih efektif serta mengambil pelajaran dari situasi tersebut.

Dilansir dari Koreaboo (8/5/2024), contoh penerapannya sebagai berikut:

"Pikiran positif: sebuah gelas dengan air setengah penuh. Pikiran negatif: gelas tersebut setengah kosong

Pikiran Lucky Vicky: saya akan minum air yang hanya tersisa setengah di gelas. Saya berharap hanya setengah saja cukup karena kalau akan terlalu banyak jika satu gelas penuh dan tidak cukup jika airnya terlalu sedikit. Saya benar-benar Lucky Vicky".

Sementara itu, dikutip dari The Sunday Snug, Wonyoung menuturkan ada tiga aturan penting dalam menerapkan Lucky Vicky.

1. Terlahir kuat sejak awal

Menurut Wonyoung, tidak ada orang yang sempurna sehingga pasti sering berbuat salah dalam hidup. Meski begitu, orang itu tidak akan selalu gagal.

Orang yang melakukan kesalahan pasti bisa memperbaiki diri pelan-pelan. Sebab, tidak ada kata terlambat untuk menyempurnakan diri.

2. Harus menjaga kecepatan diri sendiri

Orang yang Lucky Vicky harus fokus pada kecepatan dan kemampuan diri sendiri. Orang itu tidak perlu terlalu peduli, cemburu, merendah, pesimis akan kehilangan kesempatan berkembang.

Untuk menghindari situasi negatif, setiap orang hanya perlu berkonsentrasi pada kecepatan diri. Pencapaian orang lain bisa memotivasi, tapi bukan obsesi. Setiap orang punya kesuksesan sendiri. Jika tidak secemerlang orang lain, bukan berarti gagal.

3. Fokus pada kekuatan daripada kelemahan

Orang biasanya terlalu fokus kepada kelemahan diri daripada mengembangkan kekuatannya. Namun, dia justru jadi merendahkan diri, meragukan kemampuan, dan sulit berkembang.

Padahal, setiap orang punya kekuatan dan kelemahan. Kelemahan harus diperbaiki tapi kekuatan juga perlu ditingkatkan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved