Berita Viral

Nasib Guru Hukum RSS Siswa SMP di Deli Serdang Meninggal usai Squat Jump 100 Kali, Dinonaktifkan

Inilah nasib guru yang memberikan hukuman kepada RSS untuk Squat Jump 100 kali hingga meninggal di Deli Serdang resmi dinonaktifkan..

|
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Yuliana Derma Padang Ibu RSS, Siswa SMP di Deli Serdang Meninggal. Kini Guru yang menghukum Squat Jump 100 Kali Dinonaktifkan 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Thalia Amanda Putri

 TRIBUNSUMSEL.COM - Kini, guru yang memberikan hukuman kepada RSS untuk Squat Jump 100 kali hingga meninggal di Deli Serdang resmi dinonaktifkan.

Keputusan tersebut diambil oleh Dinas Pendidikan Deli Serdang juga tengah menyelidiki kasus ini.

Baca juga: RSS, Siswa SMP di Deli Serdang Meninggal setelah Diduga Dihukum Guru "Squat Jump" 100 Kali

"Jadi Dinas Pendidikan sudah menonaktifkan oknum gurunya. Sudah diganti dengan guru agama yang baru sambil menunggu proses lebih lanjut," ujar Pj Sekda Deli Serdang, Citra Efendy Capah, Jumat, dikutip dari Tribun Medan. 

Bukan tanpa sebab, hal itu lantaran RRS (14) meninggal dunia pada Kamis (26/9/2024).

RSS dihukum oleh oknum guru agama insial SWH di sekolahnya karena diduga karena tak mampu menghapal ayat kitab suci.

Yuliana Derma Padang, ibu RSS, saat diwawancarai di Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang pada Jumat (27/9/2024). Yuli mengungkap kematian anaknya usai diduga dihukum guru.
Yuliana Derma Padang, ibu RSS, saat diwawancarai di Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang pada Jumat (27/9/2024). Yuli mengungkap kematian anaknya usai diduga dihukum guru. (KOMPAS.com/GOKLAS WISELY)

Ibu korban, Yuliana Derma Padang, mengatakan, usai dihukum, keesokan harinya RSS merasakan sakit di kaki dan mulai demam tinggi. 

Karena kondisinya tak kunjung pulih, pada Sabtu 21 September, korban tidak masuk ke sekolah.

Meski sudah diobati, sakit yang dialami korban tak mereda.

Yuliana mengungkap, pada Selasa 24 September ia datang ke sekolah dan meminta izin secara langsung supaya anaknya diizinkan libur karena sakit.

Keesokan harinya, Rabu 25 September kondisi korban semakin parah dan dibawa ke klinik lagi.

Setibanya di klinik, rupanya tim medis sudah tidak mampu menanganinya sehingga korban dirujuk ke RS Sembiring Delitua.

Baca juga: VIDEO Kisah Pilu Rindu Sinaga, Pelajar SMP di Deli Serdang Tewas Dihukum Bu Guru Squat Jump 100 Kali

Baca juga: Alasan MJ Tak Ditahan Kasus Pembunuhan Gadis Penjual Gorengan, Hukuman Kurang Tapi Ada Kasus Lain

Kondisinya semakin memburuk hingga pada Rabu (25/9/2024), RSS dibawa ke RSU Sembiring, Kecamatan Deli Tua, Deli Serdang, dalam kondisi kritis. 

Pada Kamis 26 September, pagi sekitar pukul 06:30 WIB, anaknya dinyatakan meninggal dunia.

"Anak saya ngeluh kakinya bengkak dan demam tinggi. Sempat dia bilang, 'Mak, kakiku sakit sekali, penjarakanlah gurunya itu, Mak. Biar jangan dia biasa begitu.' Kamis pagi, anak saya sudah meninggal," ujar Yuliana saat ditemui di kediamannya di Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir, Deli Serdang, Jumat (27/9/2024). 

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

(*)

Baca juga berita lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved