Mayat Tergantung di Soak Batok Ogan Ilir
Ditemukan Tewas di Soak Batok OI, Rifani Diduga Keluarga Korban Pembunuhan, Keluarga Minta Keadilan
Untuk itu, pihak keluargapun terus berupaya mencari keadilan agar kematian pria yang diduga kuat dibunuh itu dapat terungkap.
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Slamet Teguh
Sekitar sepekan sebelum ditemukan tak bernyawa, tepatnya pada 25 Agustus lalu, Rifani sempat terlihat beraktivitas di wilayah Kertapati.
Pria tersebut terekam CCTV berada di depan sebuah toko dekat Flyover Kramasan yang hanya berjarak beberapa puluh meter dari kediaman Niken.
"Besoknya tanggal 26 (Agustus), kami kehilangan kontak dengan ayah. Kami cari ke mana-mana tidak ketemu," ujar Niken.
Menurut Niken, keluarga curiga Rifani dihabisi penadah barang hasil mencuri di perumahan tempat Rifani bekerja.
"Setahu kami ayah tidak pernah ada masalah dengan siapapun. Kami curiga setelah ada kejadian pencuri tertangkap di perumahan itu, ayah diminta untuk jadi saksi," ungkap Niken.
"Setelah tidak lagi bekerja jadi satpam, kecurigaan kami kuat ke arah situ (Rifani dibunuh penadah barang curian) karena mungkin pelaku merasa terusik gara-gara ayah," ujarnya.
Saat hari penemuan jasad Rifani, Niken awalnya diberi tahu salah seorang anggota keluarga yang mendapat informasi lewat media sosial.
"Setelah dipastikan, ternyata benar itu ayah. Kami juga diberi tahu kalau polisi sudah datang ke 1 Ulu (alamat rumah Rifani)," tuturnya.
Usai autopsi, jenazah Rifani dimakamkan di kampung halaman Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir.
Niken dan segenap anggota keluarga meminta polisi mengusut tuntas perkara dugaan pembunuhan ini.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Muhammad Ilham mengatakan bahwa perkara ini masih dalam penyelidilan.
"Masih dilakukan penyelidikan," pungkas Ilham dihubungi terpisah.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.